Ya, apapun hasil melawan Hiu Pantai Selatan (julukan PSCS Cilacap), tak berpengaruh terhadap posisi Eky Taufik dkk di papan klasemen. Tabungan 20 poin lebih dari cukup mengantar Laksar Sambernyawa (julukan Persis Solo) menggenggam tiket babak 8 besar, dengan status juara Grup C.
Inilah yang seharusnya jadi patokan Eko untuk berani bereksperimen. Berani menurunkan pasukan mudanya demi menambah jam terbang. Sekaligus menghemat tenaga, agar skuad inti tetap fit ketika masuk fase 8 besar.
“Persiapan tim seperti biasa, walaupun sudah pasti lolos dan juara grup. Tapi masih ada satu laga yang harus kami menangkan. Tetap fight dan kerja keras lawan PSCS. Soal rotasi, (pasti) ada. Tapi lihat jelang pertandingan,” kata Eko, kemarin (28/11).
Lalu, pos mana saja yang layak diistirahatkan? Opsi terbesar di pos penjaga gawang. Hingga matchday kesembilan, Wahyu Tri Nugroho tak tergoyahkan di bawah mistar. Sebagai ganti, Eko bisa memberi kepercayaan salah satu dari sederet kiper mudanya. Mulai dari Pancar, M. Fahmi, dan Nuri. Kecuali Erlangga Setyo yang baru menjalankan tugas negara di Turki, bersama Timnas U-18.
Di pos fullback kanan, Eko sah-sah saja memberi kesempatan Eriyanto menggantikan el capitano Eky Taufik. Atau mempercayai Dika Kuswardani di pos fullback kiri yang biasa ditempati M. Abduh Lestaluhu.
Rotasi paling memungkinkan ada di kompartemen lini tengah. Ada gelandang senior Fery Komul yang layak dijadikan starter. Sedangkan di barisan penyerangan, tak ada salahnya menempatkan trio Assanur Rijal Tores, Heri Susanto, dan Marinus Wanewar. Dan jangan lupakan juga striker muda Yussa Nugraha yang pernah mencicipi kompetisi Liga Belanda.
“Saya sudah matangkan semuanya, mulai dari (skema) bertahan dan menyerang. Intinya semua keputusan sesuai kebutuhan tim. Kalau ada yang bagus di latihan, bisa saja saya mainkan,” imbuh Eko.
Sementara itu, centerback Rian Miziar optimistis timnya memetik poin absolut melawan PSCS. Karena kemenangan bisa jadi modal mengarungi babak 8 besar yang rencananya digeber 8 Desember. “Mungkin sama seperti laga sebelumnya. Setiap pertandingan kami selalu ingin menang,” ujarnya.
Rian menegaskan Persis pantang melepas laga “formalitas” tersebut. Demi memuluskan langkah PSCS merebut satu tiket tersisa di babak 8 besar. Itu pun dengan catatan PSIM Jogja terpeleset di laga terakhir kontra Persijap Jepara, Selasa (30/11).
“Alhamdulillah bisa lolos ke babak 8 besar. Laga besok (hari ini) tetap konsentrasi. Karena kami sudah persiapan cukup matang selama latihan,” bebernya.
Di kubu lawan, kemenangan atas Persis jadi harga mati untuk meraih asa lolos ke babak 8 besar. Namun menang saja belum cukup buat PSCS, karena mereka juga harus melihat hasil PSIM Jogja, yang di laga terakhir akan melawan Persijap Jepara.
Dari kubu lawan, asisten pelatih PSCS Mohammad Yahya percaya kans timnya lolos babak 8 besar masih ada. “Memang secara nilai (peluang) kami berat. Tapi kami tetap optimistis. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi besok (hari ini). Kami harus bisa memenangkan pertandingan,” paparnya. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram