Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bos Persebaya Azrul Ananda Akhirnya Bertemu Pohon Damai Pasoepati-Bonek

Syahaamah Fikria • Jumat, 28 Januari 2022 | 21:19 WIB
CEO Persebaya Surabaya Azrul Ananda (kanan) melihat langsung Pohon Cinta Pasoepati Bonek 2011 di Museum Titik Nol Pasoepati, Kamis (27/1). (NIKO AUGLANDY/RADAR SOLO)
CEO Persebaya Surabaya Azrul Ananda (kanan) melihat langsung Pohon Cinta Pasoepati Bonek 2011 di Museum Titik Nol Pasoepati, Kamis (27/1). (NIKO AUGLANDY/RADAR SOLO)
SOLO – Kedekatan antara Pasoepati –sebutan untuk suporter Persis Solo— dengan Bonek –julukan untuk suporter Persebaya— ternyata sudah berjalan cukup panjang. Keakraban mereka jauh dari hal yang instan. Apalagi, sempat ada masa kedua kubu suporter saling bersitegang.

Puncaknya adalah saat terjadi peristiwa besar di Kota Solo, 2010 silam. Saat itu, ribuan Bonek hendak mengawal Persebaya yang akan tanding di Bandung. Namun saat sampai Solo, kereta yang ditumpangi Bonek dilempari batu, hingga banyak Bonek yang terluka.

Namun ketegangan itu tak berlangsung lama. Setahun kemudian, kedua kubu suporter akhirnya memutuskan untuk berdamai. Salah satu simboliknya adalah dengan menanam pohon cinta damai di kantor Mayor Haristanto di daerah Nusukan, yang saat ini lebih dikenal sebagai Museum Titik Nol Pasoepati. Momen tersebut dikenal dengan sebutan penanaman Pohon Cinta Pasoepati Bonek 2011.

Saat itu, salah seorang wakil Bonek yang hadir salah adalah Andie Peci. Sedangkan wakil Pasoepati kala itu adalah Andi Supriyanto, yang saat ini lebih dikenal sebagai salah satu petinggi Surakartans.

Nah keberadaan pohon perdamaian ini ternyata membuat penasaran alias kepo CEO Persebaya Surabaya Azrul Ananda. Apalagi dia baru tahu kalau pohon tersebut tertanam di salah satu titik lokasi bangunan yang juga jadi tempat pendirian Pasoepati pada 2000 silam.

Saat berada di Solo kemarin (27/1), Azrul bersama rombongannya mendatangi bangunan yang kini bernama Museum Titik Nol Pasoepati.

“Saya sering dengar (soal momen penanaman  Pohon Cinta Pasoepati Bonek 2011), tapi nggak tahu di mana lokasi pastinya. Jadi kalau mampir ke Solo saya selalu penasaran mau tahu di mana. Saya baru tahu kalau ada di sini. Ternyata kini masih hidup dan sudah tumbuh besar,” terang Azrul.

Di Museum Titik Nol Pasoepati, tak hanya ada pohon perdamaian ini saja yang menjadi daya tarik untuk dikunjungi. Selain itu, banyak memorabilia terkait dunia sepak bola yang tersimpan rapi di sana. Mulai poster bertanda tangan pemain, poster bercap kaki pemain, hingga berbagai jersey bekas pemain, maupun jersey milik salah satu orang penting di negeri ini.

Yang mencuri perhatian Azrul, ternyata ada jersey Persebaya bernama punggung Gibran. Sejatinya, jersey ini dia berikan untuk Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat Azrul menemui putra sulung Presiden Jokowi di balai kota, beberapa hari lalu.

“Saya terkejut, ternyata jersey yang saya kasih ke Mas Gibran dipajang di sini. Ikut senang juga karena jadi lebih bermanfaat ketimbang hanya disimpan di rumah yang belum tentu juga akan dipakai. Kalau ada di sini, mungkin ini jadi bagian dalam sejarah juga. Ini jadi jauh lebih berguna, orang-orang bisa melihat dan terinspirasi,” tuturnya.

Di sisi lain, Azrul ikut senang melihat Persis akhirnya bisa promosi ke Liga 1. Itu artinya baik Persis maupun Persebaya sudah ada di satu kasta musim depan.

“Saya senang melihat perkembangan Persis, yang saat ini dipegang anak-anak muda. Ini bagus untuk kemajuan liga dan industrinya,” papar Azrul.

Dia tidak menampik kedekatan Persebaya dengan Persis berjalan sangat baik saat ini. Bahkan kedua kubu suporter terlihat akrab di dalam maupun di luar stadion.

Momen terakhir pertemuan kedua klub di lapangan hijau terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, tepatnya dalam laga persahabatan bertajuk Forever Game pada 11 Januari 2000. Saat itu, ribuan suporter Solo datang menyaksikan langsung laga tersebut, dan ribuan Bonek menyambut baik. Dalam laga ini Persis kalah telak 0-4 dari Persebaya.

Namun jika mengingat momen pertemuan ini, baik Pasoepati maupun Bonek tentu akan teringat doa dari Azrul Ananda di atas podium sebelum laga dimulai.

Saat itu, bos Persebaya Surabaya tersebut memberikan kata sambutan dan harapan agar Persis Solo bisa lolos di Liga 1. Doa itu langsung diamini ribuan Bonek dan fans Persis yang hadir di stadion.

“Terima kasih kepada teman-teman Solo dan Persis Solo. Saya mewakili Persebaya mengucapkan terima kasih kesediaannya untuk datang ke Surabaya. Dan kami menunggu Persis Solo di Liga 1 tahun depan. Ada yang bilang ke saya, biasanya kalau ada yang diundang pertandingan persahabatan dengan Persebaya, setelah itu lolos ke Liga 1. Mari kita dukung dan doakan sahabat kita dari Solo, agar bisa terus bertemu di stadion,” ucap Azrul atas panggung kala itu.

Selang 11 tahun, doa itu  terkabul. Tahun ini Persis akhirnya benar-benar promosi ke Liga 1. Bahkan makin komplet. Persis jadi juara Liga 2 2021 usai menang atas RANS Cilegon FC di final Liga 1, 31 Desember lalu.

Disinggung soal doanya yang mujarab dan akhirnya bisa terkabul untuk Persis saat ini, Azrul tampak tersipu malu menjawabnya.

“Kami percaya doa harus yang baik. Kebetulan doa itu akhirnya tercapai. Selamat tentunya untuk Persis. Kami yakin Persis bisa memberi warna di Liga 1 musim depan. Saya juga setelah Persis juara, ternyata meme kata-kata saya pas Forever Game itu ikut dimunculkan. Ikut senang tentunya,” papar Azrul. (nik/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#azrul ananda #persebaya #pohon cinta pasoepati bonek #pasoepati #Museum Titik Nol Pasoepati