Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sunat Modern tanpa Jarum Suntik: Sore Anak Disunat, Pagi sudah Bermain

Damianus Bram • Senin, 31 Januari 2022 | 01:09 WIB
Sunat modern bisa diterapkan bagi anak laki-laki maupun perempuan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
Sunat modern bisa diterapkan bagi anak laki-laki maupun perempuan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
 

RADARSOLO.ID - Perintah untuk melaksanakan khitan sudah disampaikan sejak ribuan tahun lalu sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Nah, dalam perkembangan zaman metode sunat semakin modern.

Sunat memiliki  sejumlah manfaat kesehatan. Seperti mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih yang berkaitan dengan masalah ginjal. Mengurangi risiko terjadinya kanker dan menjaga kesehatan.

Namun saat ini mulai muncul metode yang lebih aman dan meminimalkan rasa sakit. Yakni sunat modern tanpa jarum suntik. Dampak sakit dan nyerinya pun bisa diminimalisasi. Selain itu lebih aman dan tidak mengganggu aktivitas.

Pegiat Srikandi Sunat Indonesia Eny Fatimah S.Keb.Ns menjelaskan, sunat modern ini pada prinsipnya seperti memotong tali pusar bayi. Dalam sunat modern tanpa jarum suntik ini, operator harus mendapatkan pelatihan tersertifikasi dahulu.

”Jadi akan terpotong atau lepas sendiri. Seperti prinsip tali pusar bayi. Kalau tali pusar bayi ada klep, untuk sunat ini ada semacam cincin yang diikatkan,” ungkapnya.

Kelebihan kulup juga akan dipotong. Namun pemotongan dilakukan setelah proses ikat menggunakan cincin. Pada proses bedah menggunakan bius, sedangkan dalam metode ini menggunakan free needle injection.

”Kami pakai metode nano spray, jadi seperti disemprotkan. Lantas meresap biusnya ke dalam jaringan kulit. Setelah bius bekerja, mulai dibebaskan antara kepala penis dan kulup,” ujar dia.

Selanjutnya diukur ring untuk penis pasien. Disesuaikan dengan super ring meter untuk melindungi kepala penis. ”Jadi kulit ditali dengan ring. Setelah ditali, pembuluh darah tertutup. Baru dipotong. Sehingga sangat minim pendarahan,” ujar Eny.

Lantas ring akan sementara terpasang di penis. Namun ring akan terlepas sendiri secara otomatis ketika kulit yang telah terpotong sudah menyambung. Ketika pembuluh darah sudah menutup akan terlepas seperti pemotongan tali pusar.

Karena tidak ada jahitan dan tidak ada perban, biasanya anak-anak bisa langsung bermain. ”Misalnya saat kami ke Makasar, pada malam hari disunat, paginya sudah bisa jalan-jalan. Bisa berktivitas seperti biasa tanpa harus menunggu libur sekolah. Kalau sunat biasa, biasanya jalannya pelan-pelan,” tuturnya.

Metode sunat modern tanpa suntik ini bisa diaplikasikan ke bayi sejak usia 3 hari hingga pria dewasa. Bahkan dia pernah mendapatkan pasien berusia 27 tahun. ”Sudah kerja, kalau sunat biasa mungkin malu ya, tapi dia bisa kerja biasa mengendarai motor,” ungkapnya.

Dia menuturkan efek samping sangat minimal. Karena hampir tidak terjadi pendarahan pada pasien yang sunat. Selain itu metode ini juga minim infeksi.

Di Sragen sudah ada di Kalijambe dan Masaran. Namun sosialisasi metode ini yang ditemukan pada 2016 lalu dari Madiun ini terus dilakukan. Misalnya dengan menggelar sunat di hotel, baik Jogja maupun Solo secara rutin. Agar lebih menarik, anak-anak yang selesai sunat mendapat voucher bermain di wahana permainan.

Selain sunat modern tanpa jarum suntik, ada pula sunat perempuan. Sasarannya yakni bayi yang usianya di bawah satu bulan. ”Untuk sunat perempuan cuma dikurangi sedikit kulitnya, tapi peminat dari orang tua belum banyak,” tuturnya. (din/bun)  Editor : Damianus Bram
#Sunat Modern #Sunat #Sunat Modern Tanpa Suntik #Anak Disunat