Di kualifikasi, Indonesia meraih catatan manis. Setelah memenangi dua dari tiga pertandingan. Diawali kemenangan telak 8-0 atas tuan rumah Bangladesh. Disusul kemenangan tiga gol tanpa balas atas Malaysia di laga kedua. Sedangkan laga pamungkas kontra Jepang, Indonesia menyerah 0-2.
Sayangnya, cabang olahraga (cabor) ini belum tergabung dalam komite paralimpiade internasional (IPC). Alhasil tidak bisa dipertandingkan di ajang ASEAN Para Games (APG), Asian Para Games, maupun Paralimpiade.
“Saat ini cabor yang sudah terdaftar di IPC baru football 7 side khusus penyandang cerebral palsy. Cabor amputasi malah belum,” terang Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Sapta Kunta Purnama, kemarin (18/3).
Sapta Kunta menambahkan, sepak bola amputasi belakangan ini mulai populer dan tersebar di berbagai negara. Dia optimistis, cabor tersebut bakal masuk IPC. Sekaligus dipertandingkan dalam Paralimpiade.
“Butuh proses pengesahan agar sebuah cabor bisa diakui dan dipertandingkan di ajang Paralimpiade. Bulu tangkis saja baru digelar di Paralimpiade Tokyo (2021),” imbuhnya sembari mengabarkan cabor taekwondo baru saja disahkan IPC. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram