Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Logo dan Maskot ASEAN Para Games 2022 Diluncurkan

Niko auglandy • Jumat, 10 Juni 2022 | 19:31 WIB
Photo
Photo
RADARSOLO.ID - Logo resmi 11th ASEAN Para Games (APG) Solo 2022,  akhirnya resmi diperkenalkan ke publik. Nuansa kultur budaya khas Indonesia sebagai tuan rumahnya benar-benar terasa dalam logo tersebut. Dimana nuansa Indonesia diwakili dalam tiga bentuk, yaitu keris, wayang gunungan, dan aksara Jawa Hanacaraka.

Logo kejuaraan ini sendiri menggambarkan peranan aktif, pengharapan, dan keseimbangan. Serta gambaran terkait tekad bulat untuk tumbuh dan senantiasa lebih baik di setiap babaknya. Sama seperti pohon yang terus tumbuh dan berguna, menjadi harapan yang akan membawa dampak positif bagi kehidupan bahkan setelah dunia harus menghadapi pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir. Anak bangsa yang berkarya di bidang seni dan kreatif secara khusus merinci kandungan bentuk-bentuk artistik bermakna dalam logo tersebut.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, selaku Ketua INASPOC (Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee) menyampaikan, logo APG 2022 mampu menggambarkan kombinasi atas segala aspek yang mewakili semangat perjuangan, serta kekuatan dalam mewujudkan terselenggaranya. Khususnya dalam perihat terselenggaranya pesta olah raga Asia Tenggara untuk atlet-atlet penyandang disabilitas ini.

"Dimana keris sebagai penanda kewibawaan yang harus dihormati menjadi lambang yang tepat bagi kewibawaan para atlet peserta para games di dunia secara umum dan 11th ASEAN Para Games 2022 secara khusus. Striving for equality,” ujar Gibran.

Selain logo yang mengusung makna Indonesia, tim kreatif APG 2022 juga sudah melahirkan Maskot Rajamala, yang dibaca Rojomolo sesuai logat bahasa Jawa.

Rajamala dikenal tiada tanding dan disimbolkan sebagai kekuatan untuk menolak bala atau aura negatif, selain itu Rajamala juga menjadi pusaka keraton berbentuk canthik yang melambangkan kebesaran Keraton Surakarta.

Seperti diketahui, Kota Bengawan dan kota lainnya di Jawa Tengah siap menyambut pagelaran akbar APG tahun ini. Kejuaraan ini adalah acara multievent olahraga dua tahunan untuk atlet berkebutihan khusus. Yang mana secara resmi akan digelar di Kota Solo mulai 30 Juli hingga 6 Agustus mendatang.

APG ke-11 ini akan diikuti 2.309 peserta, yang terdiri dari 1.648 atlet dan 661 ofisial dari 11 negara di Asia Tenggara. Pesertanya adalah Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam, dan tentu saja tuan rumah Indonesia.

APG tahun ini akan mempertandingkan 14 cabang olahraga, yaitu blind judo, para badminton, para table tennis, para chess, para archery, para atletik, boccia, para powerlifting, para swimming, wheelchair tennis, wheelchair basketball, goalball, CP football, dan sitting volleyball.

Dimana rencananya akan menggunakan beberaa venue, yang tersebar di beberpa titik di Jawa Tengah. Yakni di Kota Solo, Karanganyar, Sukoharjo, dan Semarang. Pengajuan diri Indonesia sebagai penyelenggara APG didahului dengan pembatalan penyelenggaraan APG yang harusnya digelar di Filipina, 2019 silam. Namun negara tersebut memutuskan mundur karena adanya pandemi. Hingga akhirnya Vietnam mengajuka sebagai tuan rumah pengganti, namun akhirnya batal juga karena kondisi serupa. Hingga akhirnya Indonesia memutuskan untuk menjadi tuan rumah. Sampai hari ini Indonesia siap untuk menggelar multievent ini.

Solo sendiri dipilih sebagai tuan rumahnya, karena selama ini memang dikenal sebagai kota yang ramah disabiltas. Yang mana Solo juga dikenal sebagai bagian dari konsep kota inklusif di Indonesia. (nik) Editor : Niko auglandy
#APG Solo #Logo Asean Para Games #ASEAN Para Games