Cabor para badminton juga memastikan diri jadi juara umum di APG XI. Para duta bangsa ini memborong 13 emas, 9 perak, dan 8 perunggu. Unggul jauh dari Thailand di peringkat kedua dengan 3 emas, 8 perak, dan 9 perunggu. Disusul kontingen Malaysia di tempat ketiga dengan 3 emas, 1 perak, dan 4 perunggu.
Nah, Fredy Setiawan merupakan salah satu wakil Indonesia yang cukup mencuri perhatian. Terjun di empat nomor pertandingan, semuanya berbuah medali emas.
“Hasil ini sesuai target. Medali ini saya persembahkan untuk Tuhan. Karena tanpa Tuhan, saya bukan apa-apa. Juga buat NPC (National Paralympic Committee) Indonesia dan keluarga. Termasuk saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Fredy saat dijumpai di kediamannya di Desa Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, kemarin (16/8).
Emas pertama Fredy didapat dari nomor beregu putra. Dalam pertandingan dengan sistem round robbin, Indonesia mengungguli Thailand di tempat kedua dan Vietnam di posisi ketiga. Selanjutnya, Fredy meraih emas bersama pasangannya Dwiyoko, di nomor men's double SL3-SL4. Mereka menang dalam all Indonesia final atas pasangan Ukun Rukaendi/Susanto, rubber set 21-14, 15-21, dan 21-10.
Emas berikutnya juga diraih dalam all Indonesian final nomor men's singles SL4. Kali ini Fredy mengalahkan kompatriotnya Hikmat Ramdani, stright set 21-17 dan 21-19. Sedangkan emas terakhir dari emas nomor mixed doubles SL3-SU5, saat berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah. Pasangan gado-gado ini menang di final atas ganda Thailand Saensupa Nipada/Teamarrom Siripong, stright set 21-11 dan 26-24.
Torehan Fredy di APG XI ini merupakan puncak dari perjalanan karirnya. Karena di APG VIII 2015 di Singapura, dia hanya menyumbang 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Sedangkan di APG IX 2017 di Malaysia, dia hanya membawa pulang 2 perak dan 1 perunggu.
“Karir internasional saya dimulai di APG VI di Kota Solo, 2011 lalu. Saat itu saya ikut di tiga nomor. Saya dapat emas di nomor ganda campuran. Kalau nomor ganda putra dan tunggal, saya dapat perunggu. Dan tahun ini dalam APG 2022 yang juga digelar di Kota Solo, saya masih dipercaya kepercayaan untuk bertanding membela Indonesia,” imbuh Fredy.
Bicara jam terbang, nama Fredy cukup “wangi” di tingkat Asia. Buktinya dalam dua kali keikutsertaan di Asian Para Games, dia total menyumbang 4 emas dan 2 perak. Tepatnya di Asia Para Games 2014 di Korea Selatan dan 2018 di Jakarta.
“Ditanya prestasi terbaik, ya pas Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Itu paling berkesan buat saya. Karena saya bisa meraih medali perunggu, melawan sejumlah pebulu tangkis dunia,” bebernya.
Setelah APG XI, fokus Fredy beralih ke Paralimpiade 2024 di Paris, Prancis. “Mimpi terbesar saya adalah meraih emas Paralimpiade Paris. Tahun depan perebutan tiket sudah dimulai. Saya akan berjuang mendapatkannya. Dan ranking dunia saya harus lebih baik lagi,” koarnya.
Fredy mengakui tidak mudah mengejar mimpi tersebut. Karena persaingan cukup berat. Terutama dari India.
“India perkembangannya pesat sekali. Tak hanya atlet normal, yang disabilitas juga sama. Setahun terakhir perkembangan mereka pesat. Hampir semua kelas punya atlet bagus-bagus. India benar-benar serius mengembangkan bulu tangkis,” tuturnya. (nik/fer/dam)
Tak Perah Absen Sumbang Medali
Fredy Setiawan sudah belasan tahun memperkuat kontingen para badminton Indonesia, di berbagai ajang internasional. Tepatnya sejak ASEAN Para Games (APG) VI di Kota Solo, 2011 silam. Menariknya, selama membela merah putih, atlet asal Kota Bengawan ini selalu menyumbang medali. (nik/fer)
APG VI 2011
1 emas dan 2 perunggu
Asian Para Games 2014
2 emas dan 1 perak
APG VIII 2015
2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu
APG IX 2017
2 perak dan 1 perunggu
World Championships 2017
1 perunggu
Asian Para Games 2018
2 emas dan 1 perak
Australian Parabadminton International 2018
2 emas
Thailand Parabadminton International 2018
1 emas dan 1 perak
Irish Parabadminton International 2018
1 emas dan 1 perak
Dubai Parabadminton International 2018
1 perak
China Parabadminton International 2019
1 emas dan 2 perak
Canada Parabadminton International 2019
1 emas
Dubai Parabadminton International 2019
3 emas
Denmark Parabadminton International 2019
2 emas
Turkish Parabadminton International 2019
1 emas
World Championships BWF Basel, Swiss 2019
1 perunggu
Parabadminton International Brazil 2020
1 emas
Dubai Parabadminton International 2021
2 emas dan 1 perak
Paralimpiade Tokyo 2021
1 perunggu
APG XI 2022
4 emas Editor : Damianus Bram