Tim basket SMA Warga Surakarta (Smarga) yang musim lalu sukses mengawinkan gelar juara. Musim ini kedua tim sekolah tersebut membidik pencapaian serupa, namun langkahnya akan semakin berat.
Tim basket putra Smarga akan melawan SMKN 2 Surakarta. Andai langkah perdananya mulus, lawan lebih berat sudah menanti. Mantan juara musim 2015 SMA Regina Pacis sudah menanti di babak selanjutnya, setelah tim ini mendapat bye.
“Kami tidak pernah melihat sulit tidaknya lawan. Yang penting kami fokus ke tim untuk terus kerja keras dan tetap optimistis. Tidak boleh pandang remeh lawan, siapapun itu. Kami harus rendah hati. Sebab tidak semua bakal sesuai dengan apa yang kami inginkan. Tapi kami bisa berusaha,” ungkap pemain tim basket putra Smarga Samuel Bill Gates Jensen Malelak kepada Jawa Pos Radar Solo.
Tim putri Smarga malah langsung mendapat lawan yang super berat. Dimana mereka akan melawan mantan juara musim 2016, yakni tim putri SMKN 1 Karanganyar.
Tim lain tetap optimistis, apapun hasil drawing yang mereka terima. SMK Santo Mikael Surakarta akan melawan SMAN 1 Surakarta di laga perdana.
”Melihat dari bagan yang ada, kami yakin bisa masuk final. 11 anggota kami siap untuk menghadapi itu,” beber kapten tim basket SMK Santo Mikael Surakarta Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady.
Rasa optimistis juga dipegang teguh oleh peserta lainnya. Tim basket putri SMA Pradita Dirgantara sedikit lega karena dapat bye. Namun para pemainya belum bisa tidur nyenyak juga,mengingat mereka akan menanti pemenang antara SMA Kebakkramat dan SMA Regina Pacis. Kedua tim punya kualitas yang cukup baik di DBL.
“Kami tetap optimistis, setidaknya bisa masuk fantastic four dahulu. Kami juga sudah latihan intensif dari satu bulan lalu,” jelas Jasmine.
Sementara itu, ada regulasi yang diubah dalam musim ini yakni terkait peraturan minute play. Artinya semua peserta yang terdaftar dalam scoresheet wajib dimainkan tergantung pada jumlahnya. Jika dalam satu tim ada 10-12 pemain, masing-masing harus main minimal enam menit dari kuarter pertama hingga ketiga. Sedangkan di bawah 10 pemain, minute play-nya minimal 10 menit dari kuarter pertama hingga ketiga.
“Peraturan ini diubah sebab biasanya di beberapa pertandingan ada pemain yang sama sekali tidak main. Sejatinya, seri sebelumnya sudah ada minute play. Namun, diratakan dari kuarter pertama hingga ketiga selama enam menit,” jelas Basketball Operation DBL Iriyanti.
Sementara itu Honda DBL with KFC 2022 Central Java Series-South Region akan digelar di Sritex Arena, 6-15 Oktober mendatang. (nis/nik) Editor : Damianus Bram