Di babak big four, tim basket putra SMA Warga Surakarta (Smarga) akan menantang SMA Karangturi Semarang. Sementara itu tim basket putra SMK St Mikael Surakarta akan menantang SMA Kolese Loyola Semarang.
Sementara itu di big four putri, SMAN 2 Kebumen (Smanda) akan menantang tim kuat SMA Tri Tunggal Semarang. Sedangkan Smarga putri akan berjuang untuk bisa mengalahkan SMA Terang Bangsa Semarang demi tiket ke babak final party musim ini.
Dua wakil Smarga yang masih lolos ke fase berikutnya, jelas membuka peluang sekolah yang bermarkas di Jalan Monginsidi tersebut untuk bisa kembali mengawinkan gelar juara. Seperti yang dicapai tim ini musim lalu.
Di fantastic four, Smarga putri lolos lebih ke big four usai menjegal langkah SMA Regina Pacis Surakarta (Regpac) 85-27.
Sejak tipoff, anak-anak Smarga sudah mendominasi. Smarga sudah unggul 29-5 di kuarter pertama. Situasi makin berat buat kubu Regpac karena makin tertinggal 13-46 di kuarter kedua. Di dua kuarter sisa pun situasi belum berubah. Smarga unggul 61-22 di kuarter ketiga,dan akhirnya menutup laga dengan kemenangan 85-27.
"Tim sudah bagus. Anak-anak bisa menjalani instruksi dari tim kepelatihan. Ini sesuai apa yang kami inginkan," ucap Asisten Pelatih Smarga Wempi Wiyanto.
Smarga jelas membidik target besar musim ini, yakni ingin kembali mengawinkan gelar juara. “Kedepannya, kami akan berusaha yang terbaik. Karena semua lawan itu tetap bagus," hemat Wempi.
Di sisi lain, Pelatih Regpac Wongso Suseno legawa dengan hasil ini, dan tetap memberi apresiasi para pemainnya. Fantastic four sejatinya sudah merupakan target buat timnya. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Musim depan, kami akan perbaiki lagi," tuturnya.
Dalam laga ini, kapten Smarga Jesslyne Jaya Wiyanto menjadi mendulang 24 point, 15 rebound, dan tiga assist. Catatan ini tak terlalu mengejutkan, mengingat di laga sebelumnya Jesslyne sudah meraih posisi Beat The Record dengan raihan 18 poin, saat timnya menang atas SMKN 1 Karanganyar (71-14), 8 Oktober lalu. "Saya main buat tim. Ini semua untuk tim," singkat Jesslyne.
Tapi catatan Jesslyne, ternyata kalah dari rekan sekolahnya di Smarga, yakni Timothy John Francis. Dia pecahkan rekor, dengan menyumbang 25 point dan 16 rebound. Ini terjadi saat dia membawa tim basket putra Smarga menang di fantastic four, saat melawan SMA Pelita Nusantara Kasih (PNK) Surakarta (92-62).
Walau menang, Smarga putra mengakui masih banyak evaluasi buat timnya yang harus dibenahi sebelum berlaga di babak big four. Pelatih Smarga Sandy Salomo mewanti-wanti pemainnya untuk tidak meremehkan lawan, termasuk harus bisa lebih agresif lagi dalam bermain. Dia juga mengakui chemistry masih perlu diasah lagi.
"Second line yang kami mainkan. Sebab, banyak pemain yang belum naik. Jadi, mereka harus naik. Ada minute play, minimal enam menit per pemain," beber Sandy.
Kubu PNK mengakui melawan Smarga memang bukan perkara yang mudah, terlebih dengan label mantan juara yang mereka miliki.
"Kuarter kedua kami main bagus, masuk ke kuarter ketiga momen anak-anak hilang lagi. Sebenarnya kami sudah beri instruksi block spot lebih giat dan rapi lagi, ternyata mereka malah blank," ungkap Pelatih SMA PNK Yauw Tjia Yen. (nis/nik) Editor : Damianus Bram