Tim basket putra Karangturi -sebutan SMA Karangturi Semarang- berhasil mematahkan target back-to-back champion Smarga. Wakil kota Lumpia ini mengalahkan Smarga dengan selisih delapan poin, 56-48.
"Pertandingan melawan Smarga seru, kami saling kejar-kejaran poin. Tapi, anak asuh kami konsisten dan lebih tenang dari awal hingga akhir. Defense-nya juga bagus. Rebound mereka kuasai, meskipun lawan juga tinggi-tinggi," kata pelatih tim berjuluk Karangturi Yen Novi Indriyati kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (13/10).
Memang Smarga tak bermain seperti biasanya. Mereka nampak kurang fokus melawan Karangturi. Ketatnya defense dan offense lawan di kuarter pertama membungkam pergerakan mereka. Alhasil champion DBL musim lalu ini hanya mengemas lima poin. Sedangkan lawannya tampil moncer dengan perolehan 16 poin.
Berlanjut ke kuarter kedua, keadaan masih tak berbalik. Namun, semangat Smarga kembali memuncak. Mereka mengantongi 18 poin. Sedangkan kubu lawan hanya 17 poin. Karangturi masih memimpin laga dengan skor 33-23.
Selepas jeda, Smarga malah menggembos. Mereka tertinggal 38-45. Mereka sering kali melakukan foul yang tidak perlu. Pertandingan baru berjalan seru ketika memasuki kuarter keempat, bisa dibilang Smarga temukan momentumnya lagi. Samuel Bill Gates Jensen Malelak mengawali dua poin di kuarter ini.
Kondisi ini memancing tim Karangturi dan mereka pun makin garang. Dua poin balasan diperoleh Karangturi dari free throw Evan Nicholas Prayitno. Smarga mencoba bangkit lewat tembakan Dandi Septianus Sogi dan Bill Gates. Namun ini tidak merubah kondisi, Karangturi kian menjadi dan menguasai. Alhasil Karangturi menyudahi pertandingan dengan skor 56-48.
Wajah sumringah terlihat dari wajah Novi dan skuadnya. Mereka akhirnya bisa cicipi partai puncak lagi. Disinggung soal evaluasi, Novi mengatakan masih banyak turn over. Namun, over all ini bisa diperbaiki.
Di sisi lain, Smarga memang belum berjodoh lagi dengan DBL musim ini. Mereka akan coba lagi musim depan.
"Mereka kurang fokus dan kurang disiplin. Finishing-nya kurang bagus. Kecewa pastinya. Ya, kami harus latihan lagi," ungkap pelatih Smarga Sandy Salomo. (nis/dam) Editor : Damianus Bram