Menariknya, wakil Kota Bengawan hampir memborong seluruh kuota di lima besar UBS Gold Dance Competition 2022. Mulai dari SMAN 7, SMAN 3, SMA Regina Pacis, dan SMA Batik 1 Surakarta. Terselip satu wakil dari Kota Bersinar, yakni SMAN 1 Klaten. Di partai puncak DBL, Sabtu (15/10), tentu akan diumumkan siapa juaranya.
Semua peserta merepresentasikan tema IAM24K, dengan konsep yang menarik. Mulai dari koreografi, kostum, hingga properti. Ambil contoh, Evolty –tim dance SMA Batik Surakarta- mengusung konsep ratu dari Mesir, yakni Cleopatra.
"Senang banget, ketika pengumuman best five sudah keluar. Kami semua sampai nangis, padahal masih ada acara sekolah. Selanjutnya, kami menargetkan untuk bisa lomba sampai ke luar negeri," ungkap salah satu anggota Evolty Azzizah Nurul Aini kepada Jawa Pos Radar Solo.
Di partai puncak, performa terbaik akan ditunjukkan di depan juri. Koreografi akan lebih dimatangkan. Fisik juga ditingkatkan agar power gerakan bisa lebih muncul.
"Selebihnya sama seperti yang penampilan top 10. Jika dibandingkan sama performance kami yang pertama dan kedua sebagai pendamping basket sekolah kami, performance kami di final top 10 ada tambahan properti papan bertuliskan women are precious like gold (wanita itu berharga seperti emas). Ada juga perubahan koreografi dan pose sebelum ending," jelas Aini.
Tak mau kalah, Infinite Dance Crew (SMA Regina Pacis)- memasang target masuk top three.
"Persiapannya mungkin lebih intens, karena setiap hari kami latihan. Kami juga lebih fokus ke detail," ungkap koordinator tim Infinite Dance Crew Kimberly.
Untuk Sevenarrows (SMAN 7 Surakarta) ikut optimistis bisa jadi juara. Mereka mengakui konsepnya di event ini adalah untuk mengajak semua manusia untuk melakukan kegiatan positif. Ide ini tercetuskan dari film Hunger Games.
Konsep yang unik juga diperlihatkan Threeler Dance Crew (SMAN 3 Surakarta) membuat koreografi seperti teatrikal seperti seorang pengidap kanker. Mereka mengajak penderita untuk menyayangi diri sendiri. Terakhir, perwakilan dari SMAN 1 Klaten yakni Sparkle Smansa membuat koreografi agar bisa membangun suasana lebih meriah. Mereka ingin menyampaikan bahwa setiap orang berharga layaknya emas 24K. (nis/nik) Editor : Damianus Bram