Kompetisi ini diikuti 72 peserta dari Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogjakarta.
Guyuran hujan tak menciutkan semangat penonton yang memadati area pinggiran pacuan kuda. Kondisi track sepanjang 1 kilometer atau empat kali putaran lapangan cukup licin akibat hujan. Beberapa joki dan kudanya terjatuh terpeleset saat melewati jalur menikung.
Abenk, salah seorang joki mengamini kondisi track cukup menantang. Terutama di titik yang menikung. "Kesulitannya, kalau kudanya agak nakal. Track cukup licin karena kena hujan," jelasnya, Minggu (19/2/2023).
Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi) Boyolali Sunandar Prihanto mengatakan, kejurkab pacuan kuda sempat vakum selama dua tahun karena pandemi.
"Kali ini mempertandingkan 13 kelas. Memperebutkan juara umum ada kelas free for all, diikuti kuda-kuda juara dari masing-masing kelas. Kami berharap tumbuh atlet muda berkuda dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono