Robot-robot tersebut merupakan milik peserta Marine Advance Technology Education Remotely Operated Underwater Vehicle (Mate Rov) atau kompetisi robot bawah air ke-4 tingkat ASEAN.
Kompetisi yang kali pertama digelar di Kota Solo ini diikuti sembilan tim dari jenjang pelajar SD hingga perguruan tinggi.
Penanggung jawab kompetisi Dhadhang SBW mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tahap untuk lolos ke Mate Rov tingkat internasional pada Juni mendatang di Amerika Serikat.
“Di sini merupakan tempat untuk mengeksplor sebelum para peserta berkompetisi ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya.
Terdapat tiga kategori yang dilombakan, yakni kategori scout tingkat SD, range untuk peserta pelajar umum baik SMP atau SMA/sederajat, serta explorer untuk tingkat mahasiswa.
Unsur penilaian kompetisi yang digelar 6-7 Mei tersebut meliputi, peserta terlebih dahulu mengirimkan technical report document, membuat poster, melakukan safety check, demo misi, dan presentasi.
Dhadhang berharap, kegiatan yang biasanya digelar di Kota Surabaya ini bisa memacu minat pelajar dan mahasiswa di Solo dan sekitarnya menekuni rekayasa robotika, khususnya robot bawah air.
Dewasa ini, lanjut Dhadhang, bermunculan komunitas dan sekolah dengan peminatan rekayasa robotika. Hanya saja, khusus untuk robot bawah air, peminatnya belum banyak. Kompetisi tingkat lokal maaupun nasional juga masih jarang.
Bahkan, kompetisi robot bawah air baru tahun ini masuk kalender Kontes Robot Indonesia yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Nawaf, salah seorang peserta dari SMAN 2 Surabaya mengembangkan robot bawah air yang dikendalikan menggunakan remote control. Terdiri atas enam klister yang dikoneksikan dengan mini computer, yakni Raspberry. “Robot ini dilengkapi empat kamera analog untuk melihat situasi di air,” ucapnya.
Robot bawah air itu berfungsi membantu pekerjaan manusia di dalam air. Seperti memungut sampah di dasar laut maupun sungai. “Untuk sementara, robot bawah air ini baru mampu menjangkau kedalaman 10 meter,” tuturnya.
Sekadar informasi, kompetisi robot bawah air ke-4 tingkat ASEAN diikuti oleh sembilan peserta. Tiga di antaranya dari Singapura. Sisanya dari Indonesia.
Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan pameran produk remotely operated underwater vehicle (ROV) hasil rekayasa Sekolah Robotika Indonesia, Surabaya. Pengunjung juga diperbolehkan untuk menjajal sebagai pilot.
“Kami menyediakan layar besar untuk menayangkan apa yang terjadi di bawah air tanpa harus mendekat kolam sebagai tempat kompetisi. Sehingga, selain menjajal secara langsung, pengunjung terutama pelajar dan mahasiswa, bisa mengikuti proses lomba dari dekat," urai koordinator pelaksana kompetisi Blontank Poer.
Panitia kegiatan juga mengundang pelajar dan guru dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kota Bengawan. (atn/nis/wa) Editor : Damianus Bram