Setelah emas dari pencak silat dipersembahkan Khoirudin Mustakim, kali ini dari cabang olahraga (cabor) taekwondo. Osanando Naufal Khairudin berhasil membawa pulang medali perak di kelas Men's -80kg dalam ajang SEA Games 2023 Kamboja. Medali perak juga diraih Firman Muharram Syach dari cabor kick boxing. Sedangkan Alfiandi harus kandas dari atlet Malaysia.
Pelatih Timnas Taekwondo SEA Games Ong Stevanus mengatakan bangga anak latihnya berhasil meraih medali meski baru perak. Sebelumnya Osa-sapaan akrab Osanando-telah mempersiapkan diri dengan baik sejak pulang dari SEA Games Vietnam 2022 lalu.
"Jadi persiapan Osa sebelum SEA Games sudah baik. Kami juga ada training camp (TC) di Serbia dan try out kejuaraan di Belgia Open dan Bulgaria Open," katanya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Selasa (16/5/2023).
Bicara penampilan di SEA Games kali ini, Ong mengaku performa Osa meningkat daripada yang sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari skill bertandingnya.
"Memang pada final kemarin melawan Malaysia kalah tipis di babak rounde 3. Kemarin (point) 8-9 rounde 3 sepertinya. Malaysia ini memang juara kelas U-80 di SEA Games sebelumnya," ujar Ong.
Pada SEA Games 2025 di Thailand, Ong berharap Osa bisa menorehkan tinta emas untuk Indonesia. Setelah pulang dari Kamboja, dia akan melakukan evaluasi kelemahan dan kekurangan Osa. Memang untuk strategi kemenangan masih perlu ditingkatkan lagi. Terutama fokusnya sampai detik akhir laga.
"Ini juga untuk mempersiapkan event selanjutnya. Ke depan ada Asian Games sekitar September. Kemungkinan nanti akan ikut di kelas yang sama atau di bawahnya, lihat situasi nanti," jelas Ong.
Sementara itu, Pelatih dari Dojang Koguryo Manahan Pungki Kusuma Wardana mengaku bangga kepada Osa. Medali perak ini harus disyukuri.
"Saya bangga. Karena dari kecil dia saya kasih motivasi. Anak didik Koguryo Manahan besok harus bisa berprestasi di kacah internasional. Bisa mengibarkan sang merah putih di tempat paling tinggi," ujarnya.
Pungki merupakan pelatih Osa sejak awal dia menekuni taekwondo. Mengingat Osa menggeluti cabor beladiri ini sejak dia duduk di bangku SD kelas 1.
"Dari kecil saya lihat memang potensinya besar sekali. Dulu dia pernah pindah ke basket terus balik lagi ke taekwondo karena potensinya di situ. Dan posturnya juga lumayan tinggi," jelas Pungki.
Pungki melihat kemampuan Osa saat ini meningkat drastis. Sebab, saat ini sudah menggunakan sistem baru. "Harapan saya, selama masih bisa berprestasi harus lebih tinggi lagi untuk Indonesia," tambahnya.
Selain skill yang mumpuni, Osa juga memiliki attitude yang baik. Setiap mau bertanding di manapun itu, pria kelahiran Februari 2000 itu meminta doa restu pelatih di Dojang Koguryo.
Sebelumnya, prestasi membanggakan juga ditorehkan pesilat asal Klaten Khoirudin Mustakim di ajang SEA Games Kamboja. Atlet asal Persinas Asad Jawa Tengah ini berhasil membawa pulang medali emas di kelas A putra. (nis/bun/dam) Editor : Damianus Bram