RADARSOLO.COM - Sinar Sparkle -tim dance SMAN 1 Klaten- memancar di Sritex Arena, Sabtu (28/9) siang.
Mereka menyuguhkan sajian memukau dalam DBL Dance Competition 2024 dengan temagender equality atau kesetaraan gender.
Mata seluruh dancer tertutup kain hitam. Menggambarkan bagaimana tak sedikit perempuan-perempuan Indonesia yang kerap disepelekan.
Bahkan tak mendapatkan hak yang semestinya.
"Kami mengangkat isu soal perempuan di Indonesia yang juga banyak yang direndahkan. Banyak orang yang bilang kalau perempuan tidak bisa ngapa-ngapain dan cuma di rumah saja," beber Kapten Sparkle A. Adena Amanta Calya kepada Radarsolo.com usai tampil.
Setelah banyak dibungkam, sajian Sparkle mengisyaratkan bahwa perempuan perlu menyuarakan dirinya sendiri. Supaya perempuan mendapat hak-hak yang sesuai.
"Karena ada yang memandang perempuan itu lemah. Banyak drama dan lain-lain. Kemudian ada juga yang bilang perempuan tak bisa apa-apa. Itu hal yang salah. Perempuan bisa melakukan apa saja," tegasnya.
Selain gerakan-gerakan yang membius, kostum Sparkle juga kian menghidupkan suguhan mereka.
Tampil di Sritex Arena, mereka mengenakan baju blink-blink berwarna biru merah.
"Blink-blink menandakan perempuan bisa bersinar di antara seluruh kegelapan yang sangt merendahkan mereka. Warna merah juga melambangkan keberanian. Kami sebagai perempuan harus berani melawan," tambahnya.
Sementara itu, Sparkle butuh waktu sebulan untuk menggodok tema ini.
Mereka terus berlatih demi menampilkan dance terbaiknya.
"Musim lalu kan kami mendapat juara ketiga. Edisi ini kami ingin masuk best 5. Kalau bisa dapat juara," imbuhnya. (nis/ria)
Editor : Syahaamah Fikria