RADARSOLO.COM — Pemanah Kota Bengawan baru saja menunjukkan kemampuan terbaik mereka di Sirkuit IV Panahan Jawa Tengah 2025 di Stadion Joyokusumo, Kabupaten Pati, akhir Januari lalu.
Ajang ini sebagai salah satu tahap awal persiapan pra-Porprov.
Wakil Ketua Perpani Kota Solo Idya Putra Harjianto memberi apresiasi atas kerja keras yang disalurkan anak asuhnya. Menurut Idya, Solo gagal juara umum karena tidak menurunkan full skuad, seperti divisi barebow.
“Kami tidak full team tapi masih bisa menjadi runner-up. Hanya kalah selisih satu perunggu saja sama Semarang,” ujar Idya kepada Jawa Pos Radar Solo.
Pada agenda yang berlangsung akhir Januari tersebut, Solo mengirimkan 24 atlet yang didominasi pemanah usia muda. Hanya lima atlet yang berusia di atas 18 tahun, sementara sisanya masih duduk di bangku SMP dan SMA. Sebagian besar berasal dari SMP Khusus Olahraga dan Kelas Khusus Olahraga SMAN 4 Solo.
“Ada juga yang berasal dari klub yang ada di Kota Solo,” lanjut Idya.
Sejatinya, Perpani Kota Solo bertekad untuk membidik medali sebanyak-banyaknya. Sekaligus titel juara umum, namun sayangnya target itu belum tercapai.
“Tapi kami tidak membebani atlet karena ini adalah pra event sebelum Pra Porprov Agustus mendatang,” lanjut Idya.
Usai dari event ini, Idya menyebut pengurus Perpani sedang mencari bibit divisi atau ronde barebow. Sebagai informasi, ini merupakan divisi baru untuk diakui dalam multievent.
"Solo harus segera menyiapkan atletnya. Supaya bisa tampil baik pada Porprov mendatang. Mumpung masih ada waktu,” tutur Idya.
Divisi barebow belakangan ini semakin populer dan digemari di Indonesia. Dimana atlet hanya menggunakan busur dan anak panah tanpa aksesoris atau alat bantu.
"Beberapa kali pada event-event tertentu selalu menjadi nomor eksebisi, namun di rencanakan ke depan akan masuk dalam daftar nomor resmi dalam pertandingan multi event," jelas Idya.
Di samping itu, Idya berharap atletnya mampu memetik pengalaman berharga dari event ini. Termasuk untuk mengukur plus mengevaluasi kemampuannya untuk bersaing dengan atlet daerah lainnya.
"Harapannya juga untuk atlet-atlet bisa belajar dan mengukur kemampuan hari ini sebagai tolak ukur di event Pra Porprov yang akan datang, karena biar bagaimanapun target kita harus bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya, kalau bisa full team untuk Porprov tahun depan 2026," pungkas Idya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy