RADARSOLO.COM - Gelaran lomba lari Soekarno Run SOC 2025 dipastikan akan berlangsung meriah dan sukses.
Selain berhasil melampaui target peserta, event yang dijadwalkan pada Minggu pagi, 15 Mei ini juga akan dihadiri oleh dua figur penting Kota Solo, yakni Wali Kota Respati Ardi dan mantan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana Soekarno Run SOC 2025, Monique Dian Ayu, dalam konferensi pers yang digelar di Ono Solo Coffee pada Selasa (10/6).
Monique mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang sudah mendaftar mencapai 5.555 orang, jauh melebihi target awal yang ditetapkan panitia, yaitu 5.000 peserta.
“Kami tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi. Target kami hanya 5.000 peserta, tapi hingga saat ini sudah ada 5.555 yang terdaftar. Ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk berolahraga, khususnya lari, sangat besar,” ujar Monique.
Tidak hanya itu, Monique juga memastikan kehadiran Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang akan membuka acara dengan mengibarkan bendera start (flag off).
“Mas Wali akan hadir untuk flag off, dan beliau sudah mengonfirmasi secara langsung. Selain itu, Pak FX Rudy juga akan ikut berlari bersama peserta lainnya. Ini menjadi bukti bahwa event ini mendapat dukungan dari berbagai pihak,” lanjutnya.
Monique berharap Soekarno Run SOC 2025 tidak hanya menjadi event sekali gelar, tetapi bisa berkembang menjadi agenda tahunan yang menjadi kebanggaan Kota Solo.
Menurutnya, tren olahraga lari yang kian populer harus dimanfaatkan untuk membentuk gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Lari saat ini sedang menjadi tren. Tapi lebih dari itu, kami ingin membangun kebiasaan hidup sehat. Semoga Soekarno Run bisa menjadi event tahunan yang tidak hanya menghibur, tapi juga bermanfaat secara fisik dan sosial bagi masyarakat,” ucapnya.
Terkait dengan spekulasi mengenai muatan politik dalam penyelenggaraan event ini, Monique menegaskan bahwa Soekarno Run SOC 2025 tidak berada di bawah naungan partai politik manapun.
“Acara ini murni inisiatif masyarakat dan komunitas lari, bukan dari partai politik. Karena kami sangat sadar, Bung Karno adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Sosok beliau sebagai Proklamator harus dikenang bersama, tanpa sekat politik,” tegas Monique.
Senada dengan Monique, Artha Listya dari Magnificent Running Management menjelaskan bahwa Soekarno Run SOC 2025 bukan sekadar fun run atau lari santai biasa.
Panitia telah menyiapkan sistem pencatat waktu profesional (timing system) untuk mengukur performa setiap peserta secara akurat.
“Di balik nomor dada peserta akan ada chip khusus. Begitu mereka melewati garis start, waktu akan langsung tercatat secara otomatis. Jadi ini benar-benar race, bukan sekadar lari hiburan,” ujar Artha.
Lomba ini dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori anak-anak untuk usia di bawah 13 tahun dengan jarak tempuh 800 meter, dan kategori umum untuk usia 13 tahun ke atas dengan rute sepanjang 5 kilometer.
Untuk kategori anak-anak, rutenya akan mengitari kawasan ikonik Kota Solo, yakni Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari Gladak, melewati Balai Kota, dan kembali finis di Benteng Vastenburg.
Sementara itu, kategori umum memiliki rute lebih panjang dan menantang, mencakup sejumlah ruas jalan bersejarah dan pusat keramaian kota.
“Peserta kategori umum akan memulai dari Gladak, lalu melalui Jalan Supit Urang, Pasar Klewer, Jalan Yos Sudarso, Mangkunegaran, Balai Kota, dan Pasar Gede, sebelum akhirnya finis di Vastenburg. Jadi selain berolahraga, peserta juga bisa menikmati pemandangan Kota Solo,” jelas Artha.
Melalui Soekarno Run SOC 2025, panitia ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui semangat olahraga yang membumi dan inklusif. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy