RADARSOLO.COM - Status Kota Sport Tourism semakin kokoh disematkan pada Kota Solo dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini tidak mengherankan karena banyaknya event nasional hingga internasional yang sukses digelar di kota Bengawan. Salah satunya adalah CIMB Niaga Tour De Surakarta yang akan dilaksanakan pada 30 Agustus 2025 mendatang.
Rute CIMB Niaga Tour De Surakarta akan dimulai dan berakhir di Benteng Vastenburg, yang dikenal sebagai ikon budaya dan sejarah Kota Solo.
Dengan mengambil rute sejauh 110 kilometer, peserta akan disuguhkan dengan berbagai ikon menarik, seperti Pasar Klewer, Keraton Kasunanan, Stadion Manahan, hingga menikmati suasana perbukitan terjal di kawasan Kemuning (Kabupaten Karanganyar).
Peserta diperkirakan akan mencapai sekitar 1.000 orang, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Kami ingin agar CIMB Niaga Tour De Surakarta tumbuh menjadi ruang inklusif untuk komunitas sepeda dan menjadi magnet baru bagi Sport Tourism Nasional. Kehadiran para goweser ini diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi daerah, termasuk untuk UMKM yang turut serta dalam kegiatan ini,” harap Ketua Panitia CIMB Niaga Tour De Surakarta Suryo Danu Kusumo dalam jumpa pers yang diadakan di Kantor CIMB Niaga Solo, Rabu (11/6).
Aryani Winarno, Branch Area Head Jabar dan Jateng Region CIMB Niaga, mengatakan bahwa setelah sukses memberikan dukungan pada Tour De Surakarta 2024, pihaknya kembali bekerja sama dengan Solo Cycling Community untuk menghadirkan Tour De Surakarta 2025, yang akan digelar pada akhir Agustus mendatang.
Sebagai bagian dari dukungannya, CIMB Niaga menawarkan promo menarik, seperti cashback 50 persen untuk setiap transaksi menggunakan QRIS OCTO Mobile dan reward tiket event senilai Rp 1 juta. Layanan ini juga merupakan bagian dari perayaan 70 tahun CIMB Niaga yang akan jatuh pada 26 September mendatang.
“Ini bukan hanya event Sport Tourism, tetapi juga sebagai wahana edukatif yang mempromosikan semangat hidup sehat, pelestarian budaya lokal, dan penguatan ekosistem UMKM. CIMB Niaga Tour De Surakarta tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepeda, tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang edukatif dan menyenangkan,” kata Aryani.
Sekadar informasi, konsep Sport Tourism yang disematkan untuk Kota Solo semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir.
Tahun ini, beberapa event olahraga besar sudah digelar di Solo, mulai dari kompetisi badminton, event lari, hingga event sepedaan seperti Tour De Surakarta.
Hal ini diharapkan dapat menambah daya tarik Kota Solo sebagai salah satu destinasi Sport Tourism terkemuka di Indonesia.
“Akan ada banyak event Sport Tourism yang akan masuk ke Solo. Kami harap ini bisa menambah daya tarik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kami,” ucap Wali Kota Solo Respati Ardi, beberapa waktu lalu. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy