Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sembilan Medali dan Rekor Pecah, Indonesia Bangkit di Yangyang Para Cycling Korea Selatan

Mannisa Elfira • Jumat, 22 Agustus 2025 | 18:27 WIB
Atlet para balap sepeda Indonesia klasifikasi tuna netra Nurfendi (dua dari kanan) bersama pilotnya Mufti Fadilah Salma (paling kanan).
Atlet para balap sepeda Indonesia klasifikasi tuna netra Nurfendi (dua dari kanan) bersama pilotnya Mufti Fadilah Salma (paling kanan).

RADARSOLO.COM - Rekor demi rekor terpecahkan di lintasan Yangyang, Korea Selatan, 19-20 Agustus. Para balap sepeda Indonesia bukan hanya memboyong sembilan medali, tapi juga menorehkan sejarah baru lewat catatan waktu yang lebih cepat dari pertarungan sebelumnya.

Catatan waktu yang melonjak signifikan menjadi bukti adanya progress positif. Peraih dua medali emas dari nomor time trial 1000 meter men klasifikasi C2 dan individual pursuit (IP) men C2, Tifan Abid contohnya.

Pada ajang Korea Para-cycling Track Cup, dia menorehkan waktu tiga detik lebih cepat dibandingkan dengan catatan tahun lalu di Yangyang Velodrome.

Nufendi juga turut pecah rekor tiga detik lebih cepat. Bersama tandem barunya, Mufti Fadilah Salma, Nurfendi meraih medali perunggu dalam nomor IP men B.

Menariknya lagi, atlet anyar, Anwar Annaja juga mendapatkan acungan jempol.

Jebolan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Kota Solo itu berhasil mencatatkan waktu 19 detik lebih cepat. Dalam event ini, dia memboyong medali perak nomor time trial 1000 meter men C5 dan medali perunggu dari nomor IP men C5.

"Sufyan Saori juga memecahkan rekor di (Velodrome) outdoor, dari semula 5 menit, 11 detik menjadi 5 menit, 4 detik. Lebih cepat tujuh detik dari rekor lamanya. Ini capaian yang sangat luar biasa karena kita sudah nantikan lama dan akhirnya bisa improve," ujar Pelatih Para Balap Sepeda Indonesia Rizan Setyo.

Dalam event ini, Indonesia mengumpulkan sembilan medali dengan rincian lima emas, dua perak dan dua perunggu. Selain nama-nama di atas, Muhammad Fadli Imammuddin juga mempersembahkan dua medali emas bagi Merah Putih.

Disusul satu emas lainnya yang disumbangkan Sufyan Saori dari nomor time trial 1000 meter men C5. Sufyan turut menambah medali perak dari nomor IP men C5.

"Capaian try out di Korea sudah sesuai target karena event ini adalah momen kita mengumpulkan poin untuk kualifikasi Asian Para Games Nagoya (2026) dan Paralimpiade Los Angeles (2028). Pengumpulan poinnya akan selesai pada Desember tahun ini," ujar Rizan.

Selain untuk kumpulkan tiket, ajang ini dijadikan sebagai kesempatan memetakan kekuatan lawan untuk ASEAN Para Games 2025 dan Asian Para Games 2026.

Thailand masih menjadi kompetitor terkuat di ASEAN Para Games 2025, terutama untuk nomor time trial 1000 meter. Sementara Korea Selatan menjadi pesaing berat di Asian Para Games 2026.

"Saat ini program latihan sudah masuk fase persiapan khusus. Tentunya akan ada pengerucutan nomor yang lebih spesifik lagi, karena persaingannya semakin ketat, baik itu di Asia Tenggara ataupun Asia. Kita lakukan itu agar raihan medali emas bisa lebih optimal," jelas Rizan.

Sehabis ini, tim para balap sepeda Indonesia tak berleha-leha. Mereka memiliki dua agenda try out, yakni World Champ Track di Brasil, Oktober mendatang. Dua bulan kemudian, berjuang pada Para-cycling Cup Road & Track di Thailand. (nis/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#paralimpiade #para cycling #korea selatan