RADARSOLO.COM – Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Nama I Putu Constantine Maxwell kini ikut bergema di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Central Java-South.
Student athlete SMA Regina Pacis Surakarta ini melantai di Sritex Arena, menyusuri jejak ayahnya, I Made “Lolik” Sudiadnyana—salah satu legenda basket Indonesia.
Bagi publik basket Tanah Air, sosok Lolik bukan nama asing. Saat masih memperkuat Bhinneka Solo, ia mengantarkan tim asal Kota Bengawan itu menembus final Kobatama dan IBL hingga lima kali.
Dia juga tercatat mempersembahkan medali perak untuk timnas Indonesia di SEA Games 2001 dan 2007.
Wajahnya bahkan diabadikan megah dalam sebuah mural yang dipajang didalam Sritex Arena. Seakan menjadi saksi perjalanan sejarah basketnya, ya g diapresiasi besar oleh pecinta bola basket di Kota Solo.
Kini, giliran sang putra melanjutkan cerita. Maxwell resmi debut di DBL Solo dengan catatan manis.
Dia membawa Regina Pacis menumbangkan SMAN 3 Surakarta lewat skor telak 64-18.
Menariknya, Maxwell sejatinya tak pernah dipaksa sang ayah untuk meneruskan karier basket. Justru, jalannya sejak kecil lebih dulu ditempa lewat dunia akademik.
Ia adalah peraih medali emas Jenius Science Olympiad nasional bidang Matematika.
Sejak SD hingga SMP, prestasinya tak terbendung.
Dari perunggu Matematika, emas International Kangaroo Science Contest Junior, hingga sapu bersih emas di ajang KOMATHS (Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA).
“Menurutku semuanya berkesan sih. Karena setiap perlombaan itu selalu ada ceritanya sendiri-sendiri,” kenang Maxwell.
Meski demikian, cinta pada basket akhirnya ikut tumbuh. Sejumlah turnamen sekolah dan klub sudah ia warnai dengan catatan prestasi. Bagi Maxwell, berprestasi—baik di akademik maupun olahraga—punya arti penting.
“Menurutku penting ya bisa berprestasi itu. Soalnya bisa mempermudah kita nanti kalau masuk kuliah,” jelasnya.
Tak hanya piawai di lapangan dan akademik, Maxwell juga menekuni dunia videografi.
Sosoknya seolah menjadi gambaran sempurna generasi muda: multitalenta, ambisius, dan terus berusaha menorehkan jejak sendiri.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 kembali hadir, digelar di 31 kota dan 22 provinsi di seluruh Indonesia.
Musim ini, DBL Indonesia kembali mencari student athlete terbaik dari tiap kota untuk masuk DBL Indonesia All-Star melalui DBL Camp.
Tak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan utama, gelaran ini juga menyuguhkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 sebagai salah satu daya tariknya.
Seluruh pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 dapat disaksikan secara langsung melalui channel YouTube DBL Play. (nik)
Editor : Niko auglandy