Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Euforia dari SMAN 4 Surakarta Kombinasikan Unsur Tradisional dan Modern saat Perform di Ajang Azarine DBL Dance Competition

Mannisa Elfira • Senin, 22 September 2025 | 04:29 WIB
Euforia saat perform di ajang Azarine DBL Dance Competition di Sritex Arena, Minggu (21/9/2025).
Euforia saat perform di ajang Azarine DBL Dance Competition di Sritex Arena, Minggu (21/9/2025).

RADARSOLO.COM - "Tradition isn't the past, it's the power of dance". Kalimat tersebut terpampang pada properti yang dipampang oleh Euforia -sebutan tim dance SMAN 4 Surakarta- dalam Azarine DBL Dance Competition di Sritex Arena, Minggu (21/9/2025).

Gerakannya luwes. Lekuk tarian tradisional membuka penampilan mereka. Sampur berayun di leher, kipas berpadu dengan gerakan yang kental nuansa budaya. Membuat siapapun penonton terpukau oleh suguhan mereka.

"Konsepnya memang menggabungkan tradisional dengan modern. Anak-anak sekarang kan sering menganggap tradisi itu ketinggalan zaman. Padahal, bisa dibuat keren dan tetap Z banget. Jadi kami menggambarkan how we combine tradition and modern," sebut Kapten Euforia Maria Magdalena Cinta Mustika kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dalam persembahannya, Euforia juga memilih lagu dari singer terkenal Indonesia, Agnez Mo. Mereka memilih salah satu karya Agnez Mo, penyanyi yang kerap memadukan unsur tradisional dan modern dalam karyanya.

"Agnes Mo itu sering gabungin lagu tradisional dan lagu modern jadi satu," sebutnya.

Selama sebulan, Euforia menyiapkan persembahannya yang penuh detail. Tantangan terbesar datang dari kostum hingga properti. Mereka putar otak, memadupadankan hingga memilih motif batik yang cocok untuk konsep mereka.

Alhasil, batik Megamendung terpilih. Dipadukan dengan warna biru yang merupakan identitas dari SMAN 4 Surakarta, sementara pink melambangkan kekuatan perempuan.

"Kami mempersiapkan ini sebenarnya cuma sebulan. Tantangannya itu kami sempat bingung gimana kostumnya biar bagus. Akhirnya kami pilih Megamendung. Kami komibinasikan kain asli Indonesia," lanjutnya.

CO-Captain Euforia Agatha Quinnara Andity menambahkan, latihan mereka yang mepet juga menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi, mereka harus membagi waktu untuk mengerjakan kewajiban sekolah mereka.

"Kami juga masih harus ngatur properti dari awal banget. Propertinya, tangga besar yang dihias ada Megamendungnya. Terus tadi ada kipas-kipasnya. Ada gunungan-gunungan juga," sambungnya.

Tahun ini, mereka menargetkan lolos top 5. "Terus bisa membanggakan nama Euforia lagi. Membangkitkan biar Euforia makin dikenal banyak orang-orang juga," pungkasnya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#Azarine Dance Competition DBL 2025 #Euforia #SMAN 4 Surakarta