Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cara Unik Roster SMA Warga Leonidas Sony Pratama Jalani Ritual sebelum Bertanding: Bakar Semangat dengan Minum Segelas Kopi Pahit

Mannisa Elfira • Jumat, 26 September 2025 | 22:17 WIB

 

PANUTAN: Roster SMA Warga Surakarta, Leonidas Sony Pratama saat bertarung di Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Central Java Series–South.   
PANUTAN: Roster SMA Warga Surakarta, Leonidas Sony Pratama saat bertarung di Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Central Java Series–South.  

RADARSOLO.COM - Setiap orang punya cara sendiri untuk mengusir tegang sekaligus menambah energi jelang pertandingan. Nah, bagi roster SMA Warga Solo, Leonidas Sony Pratama punya kiat unik dan sederhana.

Segelas kopi pahit jadi teman setia Leonidas Sony Pratama sebelum melangkah ke arena. Salah satu roster andalan SMA Warga Solo tersebut percaya minuman sederhana itu ampuh membakar semangatnya sebelum bertarung di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Central Java Series–South 2025.

Baginya, kopi pahit bukan sekadar pelepas kantuk, melainkan juga penopang mental yang membuatnya berani menghadapi siapa pun lawan di arena.

"Jadi nggak ngantuk. Minum kopi pahit jadi tradisi buat aku sendiri gitu. Nggak sakit perut kok, malah makin semangat," ucap Leonidas kepada Jawa Pos Radar Solo beberapa waktu lalu.

Tak hanya kopi. Ada pula tradisi yang selalu Leonidas dan rekan-rekannya jaga, yakni teriakan “defense… defense… defense!” di lorong Sritex Arena sebelum masuk lapangan. Suara lantang itu bukan sekadar seruan, melainkan tradisi kakak kelas yang diwariskan turun-temurun.

"Kalau tradisi itu mulai dari kakak kelas dulu. Memang tujuannya buat manasin kita, biar semangat gitu," tuturnya.

Bukan tanpa makna, Leonidas paham betul arti kata defense. Bagi skuad Smarga, pertahanan adalah segalanya. Musim lalu, Smarga sempat nyaris tersungkur gara-gara rapuh di sektor ini. Dari pengalaman pahit itu, mereka belajar.

"Menurut kami lebih penting defense daripada offense. Kalau defense kami bagus, musuhnya juga pasti gak bakal gampang melewatin kami," bebernya.

Leonidas menjadi penyumbang terbanyak di Fantastic Four. Pemain setinggi 174 cm itu memimpin dengan koleksi 20 poin dan 4 rebound. Gading Satria Yoga menguntit dengan tambahan 17 poin dan dua assist.

Disusul Fernando Christian dengan sumbangan 10 poin dan 2 rebound. Mereka berjuang di partai final melawan SMA PNK Solo di Sritex Arena, Kamis (25/9) malam. 

Cinta Leonidas pada basket bermula sejak dia duduk di kelas 4 SD. Sang ayah, yang juga pernah bermain basket saat SMA hingga kuliah, jadi orang pertama yang memperkenalkan cabang olahraga ini kepada dirinya.

"Papa dulu basket waktu SMA sama kuliah. Papa yang ngajarin aku basket, aku tertarik. Mulai papa, adik, semuanya ikut basket," sebutnya.

Sekarang, berseragam SMA Warga Solo, Leonidas menemukan rumah kedua untuk menimba ilmu dan bermain basket. Sekolah dengan sejarah panjang di dunia basket itu memberinya banyak ruang berkembang. Dia pun punya panutan, yakni Zaki Alhakim kapten Warga musim lalu yang sukses masuk skuad DBL All Stars.

"Zaki itu berkembang nggak buat dia sendiri. Dia nyebar ke semua, mau adik kelas, kakak kelas, sepantarannya dia. Dia ngasih ilmu ke semuanya sih,” tutur Leonidas.

Tapi, jalan selama menggeluti basket tak selalu mulus. Tantangan terberat justru datang dari dirinya sendiri. Mental. Rasa malas, bosan, takut. Itu tantangan menjadi tantangan tersendiri bagi Zaki.

"Kontrolnya, kalau aku sih percaya aja ya. Terus ibadah sih, ini paling buat aku tenang," lanjutnya.

Di balik semangatnya, Leonidas juga menatap masa depan. Basket baginya bukan hanya soal pertandingan, tapi juga jalan menuju mimpi besar. Termasuk meraihbeasiswa, relasi, hingga karier.

“Basket bisa buka banyak jalan, bukan cuma main di lapangan. Ini yang jadi motivasi juga buat aku,” tuturnya. (nis/bun)

 

Editor : Niko auglandy
#dbl #sma warga solo