RADARSOLO.COM - Awalnya agak buntu, akhirnya pesta gol. Keran gol Blacksteel FC Papua mengalir deras di babak kedua untuk membekuk Nanzaby Family FC 4-1 pada laga pamungkas pekan perdana Pro Futsal League (PFL) 2025/2026 di GOR Indoor Manahan, Minggu (5/10) malam.
Pertempuran kedua kubu berlangsung ketat sepanjang babak pertama.
Buktinya, mereka masih buntu dengan mengakhiri paruh pertama tanpa gol. Kedua tim sama-sama tampil hati-hati dalam membangun serangan.
Usai turun minum, intensitas pertandingan makin memanas. Vinicius (23’) membuka keran gol Blacksteel FC Papua melalui penyelesaian klinis di depan gawang. Tapi. Toninho (31’) sempat menyamakan kedudukan bagi Nanzaby FC. Skor menjadi 1-1.
Lima menit berselang, Matheus kembali mengambil alih keunggulan Blacksteel. Jarak pun tersebut makin menjauh usai Blacksteel menambah gol lewat E. Soumilena (37’), serta satu gol bunuh diri oleh kiper lawan Farhan Lubis (39’).
Pelatih Kepala Blacksteel FC Papua Sergio Lacerda Livramento sumringah atas hasil ini.
Sergio mengapresiasi performa skuad besutannya yang dapat menjaga fokus dan menguasai jalannya pertandingan di babak kedua.
"Babak pertama kami sempat menemui kesulitan dalam membongkar pertahanan lawan, namun para pemain menunjukkan ketenangan dan efektivitas luar biasa. Kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan komitmen seluruh tim,” tuturnya.
Kemenangan itu menjelaskan konsistensi Blacksteel FC Papua.
Hal ini juga menjadi langkah penting dalam upaya membangun performa stabil di sepanjang musim Pro Futsal League 2025/2026.
Sedangkan Pelatih Kepala Nanzaby FC, Dadang Iskandar memilih lapang dada mengakui keunggulan lawannya.
Kekalahan ini menjadi tamparan bagi Nanzaby untuk meningkatkan konsistensi permainan.
"Tim kami tampil cukup baik di babak pertama dan mampu menahan tekanan lawan," paparnya.
"Namun, di babak kedua fokus para pemain sedikit menurun sehingga memberi ruang bagi Blacksteel untuk mengambil momentum. Kami akan melakukan evaluasi agar bisa tampil lebih stabil di laga berikutnya,” lanjutnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy