Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Baru Latihan 5 Bulan, Pemuda Wonogiri Ini Langsung Bawa Pulang Perak Asian Youth Para Games di Dubai: Kisah Imam Nur Shaleh Sangat Menginspirasi

Niko auglandy • Kamis, 11 Desember 2025 | 14:12 WIB
Lighter Imam Nur Shaleh saat terjun di ajang Asian Youth Para Games 2025 di Dubai
Lighter Imam Nur Shaleh saat terjun di ajang Asian Youth Para Games 2025 di Dubai

RADARSOLO.COM - Tak pernah terlintas di benak Imam Nur Shaleh bahwa suatu hari ia akan terbang ke luar negeri sebagai atlet Indonesia.

Pemuda 17 tahun asal Jatisrono, Wonogiri itu awalnya hanya remaja biasa—bersekolah, bermain dengan teman, dan membantu orang tua di rumah. Namun hidupnya berubah sejak mengikuti program pencarian atlet disabilitas Mendobrak Batas yang digelar NPC Indonesia.

Program untuk provinsi Jawa Tengah itu digelar di GOR FKOR UNS Surakarta pada 16 Mei 2025. Dari ratusan peserta, Shaleh teridentifikasi memiliki bakat untuk turun sebagai atlet para angkat berat.

Dia kemudian masuk pembinaan PJPAP (Program Jangka Panjang Atlet Potensial) di bawah NPCI Jawa Tengah.

Lima bulan lalu adalah pertama kalinya Shaleh menyentuh barbel—dan itu langsung meninggalkan rasa pegal luar biasa.

“Awal-awal tangan rasanya sakit semua. Belum pernah olahraga angkat beban sebelumnya,” ujarnya di Dubai Club for People of Determination, Rabu (10/12).

“Tapi lama-lama terbiasa dan malah jadi semangat,” lanjutnya. 

Setelah fase pegal-pegal terlewati, tantangan berikutnya justru melawan rasa malas. Lingkungan latihan yang suportif membuat Shaleh terus terpacu.

“Tantangan terberat itu melawan kemalasan. Cara lawannya ya memotivasi diri sendiri bahwa saya bisa,” ucapnya.

Lompatan besar terjadi tahun ini. Untuk pertama kalinya, Imam Nur Shaleh meninggalkan tanah air untuk bertanding di ajang internasional: Asian Youth Para Games 2025 di Dubai. Ia turun di kelas -54 kilogram putra kategori rookie—kategori bagi atlet pendatang baru.

Pemuda asal Wonogiri Imam Nur Shaleh jadi andalan Indonesia di cabor angkat berat di ajang Asian Youth Para Games 2025 di Dubai
Pemuda asal Wonogiri Imam Nur Shaleh jadi andalan Indonesia di cabor angkat berat di ajang Asian Youth Para Games 2025 di Dubai

Shaleh sempat grogi saat memasuki arena pertandingan. Di hadapannya berdiri para lifter muda terbaik dari seluruh Asia. Namun kegugupan itu berubah menjadi performa terbaik sejauh kariernya.

Ia mencatat angkatan 85 kilogram, hasil yang cukup untuk mengantarnya meraih medali perak.

“Saya terharu. Baru lima bulan latihan, rasanya kok bisa dapat medali,” tuturnya. “Sebelum bertanding saya telepon keluarga minta doa. Alhamdulillah dikasih kelancaran.”

Angkatan Shaleh terpaut dari peraih emas asal Uzbekistan, Bahriddin Kholbutaev yang mencatatkan 105 kilogram. Ia juga menjadikan catatan 146 kilogram milik atlet Mongolia, Jigmed Davaa Ochir, sebagai penyemangat untuk terus mengejar.

“Insya Allah kalau latihannya semangat, saya yakin bisa,” katanya optimistis.

Pelatih para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, tak menyangka Shaleh bisa langsung menggondol medali pada debut internasionalnya.

“Pesaingnya di kelas ini berat-berat. Banyak yang sudah latihan lebih lama. Raihan Shaleh jelas kejutan,” kata Coni.

Ia berharap prestasi ini bisa memompa semangat atlet-atlet jebolan Mendobrak Batas lainnya. Tahun ini, Indonesia memberangkatkan 13 atlet hasil program tersebut ke Dubai.

Hingga Desember 2025, program Mendobrak Batas telah mendata lebih dari 2.600 atlet dari 19 provinsi, dan terus diperluas menuju 35 provinsi. Bagi Shaleh, program itu bukan hanya pintu masuk dunia olahraga—tetapi juga titik balik hidup. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#dubai #Imam Nur Shaleh #Asian Youth Para Games