RADARSOLO.COM – Penampilan Mutiara Cantik Harsanto pada hari pertama ASEAN Para Games 2025 benar-benar melampaui prediksi.
Perenang andalan Indonesia itu sama sekali tak menyangka mampu meraih dua medali emas sekaligus, bahkan salah satunya dibarengi dengan torehan rekor baru.
Berlaga di Aquatic Center 80th Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Rabu (21/1/2026), Cantik tampil impresif dan menjadi salah satu tumpuan utama kontingen para renang Indonesia di awal kompetisi.
Medali emas pertama diraih Cantik dari nomor 100 meter gaya dada putri kelas SB9. Tak sekadar naik podium tertinggi, perenang berusia 22 tahun itu juga memecahkan rekor ASEAN Para Games dengan catatan waktu 1 menit 29,86 detik.
Catatan tersebut mengungguli atlet Malaysia, Jua Xuan Ong, yang finis dengan waktu 1:32,99, serta perenang tuan rumah Thailand, Monruedee Kangpila, dengan 1:34,97.
Hasil ini memastikan Indonesia mengawali ASEAN Para Games 2025 dengan raihan manis.
Cantik mengakui, emas di nomor gaya dada memang sudah masuk dalam perhitungannya. Namun, ia tidak menyangka mampu mencatatkan waktu terbaik sekaligus memecahkan rekor ASEAN Para Games.
“Saya benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan dua medali pada hari ini,” ujar Cantik usai perlombaan.
Dia menilai pencapaian tersebut terasa istimewa karena diraih pada hari pembuka.
Kejutan justru datang dari nomor 100 meter gaya bebas putri kelas S9. Nomor ini sejatinya bukan andalan Cantik dan hanya disebutnya sebagai “nomor tambahan”. Namun, dari nomor tersebut ia kembali berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.
Cantik menjelaskan, perubahan nomor pertandingan membuat gaya bebas awalnya tidak menjadi prioritas. Namun, peluang tersebut justru mampu dimanfaatkannya dengan maksimal.
Dia juga mengungkapkan bahwa catatan waktunya di nomor gaya dada sebenarnya pernah lebih baik saat berlaga di Peru pada Oktober 2025.
Meski begitu, ia tetap tak menyangka rekor ASEAN Para Games bisa kembali dipecahkan di Thailand.
Bagi Cantik, medali dan rekor ini menjadi bukti bahwa persiapan panjang yang dijalani atlet para renang Indonesia mulai menunjukkan hasil ketika kompetisi resmi dimulai.
Pada ASEAN Para Games edisi sebelumnya di Kamboja, Cantik mencatatkan dua emas dan empat perak. Karena itu, targetnya pada edisi kali ini adalah melampaui pencapaian tersebut, baik dari sisi jumlah medali maupun peningkatan catatan waktu pribadi.
“Saya hanya ingin hasil yang lebih baik dari edisi sebelumnya. Kalau tidak, setidaknya ada peningkatan dari catatan waktu,” tegasnya.
Sementara itu, kontribusi Cantik turut mengangkat performa tim para renang Indonesia secara keseluruhan.
Pada hari pertama, Indonesia membukukan total 6 medali emas, 8 perak, dan 3 perunggu, termasuk empat rekor baru di ajang ini.
Pelatih tim para renang Indonesia, Agni Herarta, mengapresiasi mental bertanding para atlet yang dinilainya tampil di atas ekspektasi.
Hasil positif di hari pembuka menjadi modal penting menghadapi jadwal pertandingan padat dalam empat hari ke depan.
Dengan Cantik sebagai salah satu motor utama, Indonesia kini mengantongi kepercayaan diri tinggi untuk terus menambah pundi-pundi medali. Hari pertama sudah melahirkan rekor, dan Cantik Harsanto membuktikan bahwa kejutan bisa datang dari nomor yang bahkan tak ia unggulkan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy