RADARSOLO.COM – Tim para judo Indonesia membuka kiprah di ASEAN Para Games 2025 dengan hasil impresif. Bertanding di Korat Hall Center, Nakhon Ratchasima, Kamis (22/1), Indonesia langsung mengunci dua medali emas dan satu perak pada hari pertama pertandSuryad
Dua emas Merah Putih disumbangkan Junaedi dari nomor J1 -64 kg individu putra serta Sahrul Sulaiman dari nomor J1/J2 -81 kg individu putra. Sementara satu medali perak diraih Rizal Saepul Aziz yang juga turun di nomor J1/J2 -81 kg individu putra.
Junaedi tampil dominan sepanjang pertandingan. Atlet kelahiran 15 Februari 1996 itu menyapu bersih laga melawan Tran Viet Hung (Vietnam), Kendews Granaderos (Filipina), hingga Aekarin Meksean (Thailand). Seluruh kemenangannya diraih dengan catatan sempurna melalui ippon, poin tertinggi dalam judo.
Sahrul Sulaiman juga menunjukkan konsistensi tinggi. Ia menuntaskan tiga laga di nomor J1/J2 -81 kg, termasuk menghadapi rekan senegaranya sendiri, Rizal Saepul Aziz.
Duel sesama atlet Indonesia itu tak terhindarkan setelah panitia menggabungkan klasifikasi J1 (blind) dan J2 (low vision) dalam satu nomor pertandingan.
Pelatih tim para judo Indonesia Lee Yong-il mengapresiasi mental bertanding anak asuhnya. Pelatih asal Korea Selatan itu menilai performa atlet sudah berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan target besar.
“Target resmi kami empat emas dan satu perak. Namun secara pribadi, saya ingin menyapu bersih seluruh nomor dan menjadi juara umum di ASEAN Para Games 2025,” ujar Lee usai penyerahan medali.
Lee menilai peta persaingan di kawasan Asia Tenggara masih berada di bawah level tim Indonesia.
Menurutnya, para judoka Indonesia saat ini sudah disiapkan untuk bersaing di level Asia hingga Paralimpiade.
Keyakinan itu bukan tanpa dasar. Pada ASEAN Para Games 2023 di Kamboja, Indonesia sukses merebut 11 emas dari total 13 nomor yang dipertandingkan.
Pada Jumat (23/1), tim para judo Indonesia kembali berpeluang menambah pundi-pundi medali. Rafli Ahnaf Shidqi akan turun di nomor J1 -70 kg individu putra, sementara Novia Larassati dan Marialam Sihotang berlaga di nomor J1/J2 -52 kg individu putri.
Meski harus mengalahkan rekan sendiri, Sahrul Sulaiman menegaskan profesionalisme tetap menjadi prinsip utama.
“Di atas matras, kami sama-sama berjuang untuk prestasi. Siapa pun lawannya, kami tetap fight,” ujarnya.
Sementara itu, Junaedi mengaku laga pertama menjadi ujian terberat sebelum akhirnya tampil semakin percaya diri hingga partai final. Ia berharap rekan-rekannya mampu menjaga fokus dan kekompakan tim pada pertandingan berikutnya. (nik)
Editor : Niko auglandy