Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menpora Erick Thohir Terpukau Lihat Fasilitas Atlet Terbaik Se Asia Tenggara di Karanganyar

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:32 WIB

 

 

BERI MOTIVASI: Menpora Erick Thohir saat melihat atlet boccia tengah berlatih di Wisma Atlet Paralympic Training Center di Delingan, Sabtu (14/2/2026).
BERI MOTIVASI: Menpora Erick Thohir saat melihat atlet boccia tengah berlatih di Wisma Atlet Paralympic Training Center di Delingan, Sabtu (14/2/2026).

 

KARANGANYAR - Menpora Erick Thohir melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) Delingan, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (14/2).

Menpora meninjau deretan venue olahraga yang telah tersedia di atas lahan seluas 80.262 meter persegi tersebut.

Total ada sembilan arena olahraga yang sudah terselesaikan pada pembangunan tahap pertama, yakni sepak bola cerebral palsy, para atletik, para renang, para menembak, boccia, para tenis meja, para angkat berat, para bulu tangkis dan para judo, serta laboratorium sport science.

PPPI Delingan juga memiliki wisma atlet yang terdiri atas 138 kamar untuk 280 orang dan dilengkapi dining hall yang mampu menampung 400 orang. 

Di lokasi yang menjadi pusat pelatihan atlet disabilitas tersebut, Menpora sekaligus bertemu para atlet yang tengah bersiap menuju Asian Para Games 2026 Nagoya.

Erick Thohir pun merasa terkesan dengan fasilitas yang disediakan untuk atlet disabilitas Indonesia.

Fasilitas pelatihan disini disebut sebagai yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara—menjadi simbol nyata bahwa pemerintah hadir tanpa membeda-bedakan para pejuang olahraga Tanah Air, termasuk mereka yang bertanding membawa nama bangsa di kancah internasional.

“Saya dengar fasilitas di sini sangat luar biasa. Ini yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara. Artinya kerja keras NPC, para ofisial, pelatih, dan atlet membuktikan pemerintah hadir. Pemerintah ikut mendukung fasilitas untuk kegiatan NPC. Pemerintah tidak membedakan dukungan,” ujar Erick dalam sambutannya.

Kunjungan itu juga menjadi momentum bagi Menpora untuk menyampaikan langsung apresiasi kepada National Paralympic Committee Indonesia, Chef de Mission, dan seluruh atlet yang berhasil meraih prestasi gemilang di ASEAN Para Games 2025 Thailand dengan koleksi 135 medali emas.

“Apresiasi ini bukan sekadar terima kasih. Kami akan mendorong segera ada keputusan supaya apresiasi bisa menjadi tabungan untuk para atlet. Kami juga akan mendampingi literasi finansial agar para atlet bisa menabung untuk masa depan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Erick mengungkapkan bahwa Kemenpora sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan pengembangan fasilitas paralympic dapat berjalan berkelanjutan.

“Tahap satu nanti selesai, tahap kedua akan kami pikirkan supaya bisa terselesaikan. Saya berharap ke depan kondisi fasilitas bisa terawat setelah selesai dibangun,” tegasnya.

Dia menyinggung pengalaman sejumlah fasilitas olahraga berskala internasional di Indonesia yang megah pada awal pembangunan, namun tidak terurus dengan baik setelahnya.

Sebagai langkah antisipatif, Kemenpora telah menjalin kerja sama dengan Kemendagri agar fasilitas olahraga dapat bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan dan komersialisasi yang sehat.

“Yang penting komersialisasinya tidak menyalahi aturan. Dengan begitu, aset bisa terjaga dan terawat,” kata Erick.

Terkait persiapan menuju Asian Para Games 2026, Kemenpora memastikan dukungan anggaran tetap diberikan meski terjadi efisiensi.

“Target akan dievaluasi. Olahraga adalah duta bangsa dan simbol kedigdayaan bangsa, jadi perlu disiapkan dengan matang dan baik,” tegas Erick.

Kedatangan Menpora disambut hangat oleh jajaran NPC dan para atlet. Ketua NPC Indonesia Senny Marbun menyampaikan, penghargaan atas dukungan pemerintah.

Venue pemusatan latihan Delingan adalah bukti sumbangsih negara untuk kemajuan olahraga di Indonesia,” ujarnya. (hj/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#Asian Para Games #erick thohir