Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

AFF 2026 Cuma “Laboratorium”, Hector Souto Fokus Tempa Karakter Timnas

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 1 April 2026 | 20:33 WIB
Pelatih Kepala Timnas Futsal Indonesia Hector Souto saat memberiinstruksi ke pemainnya. (DOK. FFI)
Pelatih Kepala Timnas Futsal Indonesia Hector Souto saat memberiinstruksi ke pemainnya. (DOK. FFI)

RADARSOLO.COM - Timnas Futsal Indonesia tak memasang target muluk di Piala AFF 2026. Alih-alih berburu gelar, tim pelatih justru menjadikan turnamen ini sebagai ajang pembuktian bagi para pemain muda. Pendekatan ini menandai fase baru dalam pembangunan skuad Garuda.

Pelatih Kepala Timnas Futsal Indonesia Hector Souto membawa perspektif berbeda dalam menghadapi turnamen regional tersebut. Piala AFF tidak lagi dipandang sebagai tujuan akhir. Ajang ini digunakan sebagai bagian dari proses menuju target yang lebih besar.

Persiapan tim sendiri tergolong singkat. Pemusatan latihan (TC) di Jakarta hanya berlangsung sekitar satu pekan. Kondisi ini membuat tim belum sepenuhnya berada dalam performa ideal.

Baca Juga: NAM ABP Surakarta Segera Finalisasi 18 Pemain Jelang Debut di Women Pro Futsal League 

Selain itu, faktor jeda kompetisi dan bulan Ramadan turut memengaruhi kebugaran pemain. Banyak pemain yang baru kembali ke ritme latihan intensif. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih.

Situasi tersebut justru dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi. Tim pelatih ingin melihat bagaimana pemain beradaptasi dalam kondisi yang tidak ideal. Respons terhadap tekanan menjadi perhatian utama.

“Target utama saya adalah melihat bagaimana para pemain ini dapat beradaptasi dengan persiapan singkat dan tampil di turnamen yang sangat penting seperti AFF," ujar Hector Souto dalam rilis konferensi pers yang diterima tim Jawa Pos Radar Solo, Selasa (31/3) di Jakarta. 

Baca Juga: Tampil Menggila, Layakkah Dony Tri Bersaing Posisi dengan Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, hingga Pratama Arhan

Pendekatan ini menegaskan bahwa proses menjadi fokus utama. Tim pelatih tidak ingin terjebak pada orientasi hasil semata. Pengalaman bertanding dinilai lebih penting dalam fase ini.

“Saya tidak terlalu khawatir tentang hasil akhir. Saya ingin melihat mereka membuktikan diri dalam kompetisi nyata yang penuh tekanan, bukan sekadar laga persahabatan," jelasnya. 

Baca Juga: WFH Jumat Berlaku, Tapi Tidak Semua ASN di Jateng Bisa Ikut: Ini Sektor yang Wajib Masuk Kantor

Sebanyak 19 pemain dipanggil dalam TC kali ini. Komposisi skuad merupakan perpaduan antara pemain lama dan wajah baru. Kesempatan diberikan secara merata untuk menguji kapasitas masing-masing pemain.

Rotasi dan eksperimen pun menjadi bagian dari strategi. Tidak ada jaminan posisi inti bagi siapa pun. Seluruh pemain dituntut menunjukkan performa terbaiknya di setiap kesempatan.

Meski tak menjadikan hasil sebagai prioritas utama, target tetap dipasang. Timnas Futsal Indonesia diharapkan mampu melangkah sejauh mungkin dalam turnamen. Setidaknya, skuad Garuda dibidik menembus babak empat besar.

“Tentu saja, target kami adalah mencapai babak semifinal, dan setelah itu kami akan berjuang keras untuk hasil yang lebih baik lagi," pungkasnya. 

Baca Juga: WFH Tak Bisa Diterapkan Seragam, Pakar UNS: Banyak Sektor Tetap Butuh Tatap Muka

Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari rencana jangka panjang. Timnas Futsal Indonesia tengah membangun fondasi menuju level yang lebih tinggi. AFF 2026 menjadi titik awal dalam proses tersebut.

Dengan skema ini, turnamen regional tak lagi sekadar soal hasil akhir. AFF berubah menjadi “laboratorium” kompetitif untuk membentuk karakter tim. Dari sinilah arah baru Timnas Futsal Indonesia mulai dibangun. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#futsal #indonesia #timnas