RADARSOLO.COM - Memasuki hari ketiga penyelenggaraan, Riuh Fest 3x3 2026 di Solo Paragon Mall kian menunjukkan geliatnya.
Antusiasme peserta dan pengunjung terus meningkat, bahkan melampaui ekspektasi panitia sejak hari pertama.
Creative Director Riuh Fest 3x3, Abirama Setiadi, menyebut hari ketiga diisi dengan pertandingan dari berbagai kategori.
Mulai dari tingkat SD, SMA, hingga mahasiswa turut meramaikan kompetisi basket 3x3 yang menjadi agenda utama.
Baca Juga: Basket Bertemu Festival, Riuh Fest 3x3 Hadirkan 190 Tim dan Beragam Lomba Kreatif
“Ini hari ketiga, ada kategori SD, SMA, sama kuliah juga. Jadi makin ramai,” ujar Abirama.
Tak hanya pertandingan basket, suasana festival juga semakin terasa dengan hadirnya berbagai penampilan hiburan.
Di antaranya lomba menyanyi anak-anak hingga fashion show yang ikut memeriahkan acara di atrium mall.
Konsep sportainment yang diusung Riuh Fest terbukti efektif menarik perhatian publik.
Perpaduan antara olahraga dan hiburan membuat event ini tidak hanya dinikmati peserta, tetapi juga pengunjung umum.
Memasuki hari keempat, panitia telah menyiapkan konsep berbeda dengan menghadirkan guest star lokal.
Salah satu yang ditunggu adalah penampilan Diskoplo yang menggabungkan musik DJ dengan sentuhan koplo khas Jawa.
Abirama menjelaskan, konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk mengawinkan budaya modern dengan kearifan lokal.
Menurutnya, pendekatan ini tetap relevan dengan karakter pengunjung mall yang menjadi target utama acara.
Baca Juga: Basket Bertemu Festival, Riuh Fest 3x3 Hadirkan 190 Tim dan Beragam Lomba Kreatif
“Kita kombinasikan DJ dengan basket, tapi ada sentuhan koplo Jawa. Kita sesuaikan juga dengan lifestyle mall, jadi tetap masuk tapi nggak meninggalkan kearifan lokal,” jelasnya.
Riuh Fest juga menjadi wadah bagi talenta lokal untuk tampil dan berkembang.
Panitia secara khusus menghadirkan performer dari Solo sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem kreatif daerah.
“Banyak talent lokal yang kita dorong untuk naik. Kita bantu untuk up, supaya ekosistem performer di Solo juga berkembang,” tambah Abirama.
Dari sisi partisipasi, peningkatan antusiasme terlihat signifikan. Bahkan, meski kapasitas venue terbatas, minat masyarakat untuk ikut serta maupun menonton terus berdatangan.
“Antusiasnya di luar ekspektasi. Bahkan kalau tiket dinaikkan pun tetap diambil. Banyak yang minta event ini diadakan lagi,” ungkapnya.
Ia juga mengakui sempat kewalahan menampung peserta tambahan.
Permintaan slot yang terus masuk membuat panitia harus menolak sebagian pendaftar karena keterbatasan tempat.
Ke depan, Riuh Fest 3x3 direncanakan menjadi agenda rutin. Bahkan, panitia menargetkan penyelenggaraan bisa digelar setiap dua bulan sekali, sekaligus mengembangkan event ke cabang olahraga lain seperti lari yang akan digelar di luar area mall.(*)
Editor : Nur Pramudito