RADARSOLO.COM – Duel seru tersaji di Pro Futsal League 2 (PFL 2) 2026 di mana Kuda Laut Nusantara (KLN) Elite FC dan Maestro Solo FC harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (14/5/2026).
Laga berlangsung ketat sejak menit pertama. Kedua tim tampil disiplin dan berhati-hati dalam membangun serangan. Intensitas pertandingan yang tinggi membuat duel berlangsung keras, namun tetap terkendali.
KLN Elite FC terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola. Tim asuhan Usman Alatas beberapa kali menekan pertahanan Maestro Solo melalui skema serangan cepat dan rotasi yang rapi. Namun, rapatnya lini belakang lawan membuat peluang demi peluang belum mampu dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, Maestro Solo tidak tinggal diam. Tim besutan Fandy Butarbutar juga sesekali mengancam lewat transisi cepat dan tembakan jarak jauh. Akan tetapi, hingga turun minum kedua tim gagal memecah kebuntuan.
Memasuki babak kedua, KLN akhirnya berhasil membuka keunggulan. Muhammad Trian Ardhi mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-27 setelah memanfaatkan situasi di depan gawang Maestro Solo. Gol tersebut membuat KLN unggul 1-0.
Saat kemenangan sudah di depan mata, KLN justru kehilangan konsentrasi pada menit-menit akhir. Safari Nur Hannafi sukses mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-38. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih KLN Elite FC Usman Alatas menilai timnya sebenarnya tampil lebih dominan dan layak meraih kemenangan. Namun, dia menyoroti adanya faktor nonteknis yang menurutnya cukup memengaruhi jalannya pertandingan.
“Pertandingan sebenarnya kita yang menguasai. Ada beberapa trouble nonteknis yang tidak mau saya sebutkan karena teman-teman juga bisa lihat sendiri,” ujarnya dalam konferensi pers yang diterima Jawa Pos Radar Solo, Kamis (14/5/2026).
Usman menegaskan timnya berusaha tetap fokus dan mengontrol emosi di tengah situasi tersebut. Dia berharap semua pihak dapat melakukan evaluasi agar kualitas futsal nasional semakin berkembang.
Meski gagal menang, Usman tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Menurut dia, hasil imbang masih cukup positif, meski gol penyama kedudukan lahir akibat kesalahan individu di penghujung laga.
“Di akhir kita melakukan eror individual dan langsung dihukum dengan satu gol. Insyaallah di laga berikutnya kita ambil tiga poin,” tegasnya.
Pemain KLN Elite FC Sultan Syahrul juga menegaskan, timnya telah berjuang maksimal sepanjang pertandingan. Dia menyebut hasil ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi laga berikutnya.
"Walaupun berbagi poin tim KLN berusaha semaksimal mungkin menampilkan yang terbaik. Untuk match kedepannya kita akan perbaiki lagi untuk lagi kedepannya," ungkap Syahrul.
Sementara itu, pelatih Maestro Solo FC, Fandy Butarbutar, mengakui pertandingan berlangsung sangat seru. Dia menilai KLN tampil dengan banyak perubahan strategi, tetapi timnya tetap fokus pada permainan dan tidak terpengaruh oleh faktor di luar lapangan.
“Kita tahu dua pertandingan sebelumnya juga yang atas kalah sama yang bawah artinya memang begitulah seninya di liga PFL 2 dan dari awal kita ikut liga ini Maestro tidak pernah mencoba untuk mempengaruhi wasit atau terganggu dengan wasit, kita terima saja,” ucap Fandy.
Pemain Maestro Solo FC, Christiawan Arif Santoso, bersyukur timnya mampu mencuri satu poin. Pemain yang dinobatkan sebagai Man of the Match itu menilai rekan-rekannya masih kurang maksimal dalam memanfaatkan peluang, namun optimistis Maestro Solo bisa tampil lebih baik dan meraih kemenangan pada pertandingan selanjutnya.
"Puji Tuhan bersyukur dengan hasil imbang di laga ini. Teman-teman kurang memanfaatkan peluang dan kurang melihat posisi. Kami perbaiki buat kedepannya semoga mendapatkan tiga poin," tandasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy