RADARSOLO.COM - Putaran kedua Pro Futsal League 2 (PFL2) 2026 resmi dimulai di GOR Bung Karno Sukoharjo, Kamis (21/5/2026). Duel sengit langsung tersaji saat tuan rumah Maestro Solo FC menghadapi Elano FC Tuban dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga detik terakhir.
Kedua tim tampil agresif sejak awal pertandingan. Elano FC Tuban beberapa kali mampu menciptakan peluang berbahaya, namun penampilan solid kiper Maestro Solo FC, Eza, membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Elano berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Radika Wahyu sebelum dibalas Derik Cristianto untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Pertandingan semakin panas ketika Maestro Solo mencoba bermain power play demi memburu kemenangan. Situasi itu justru dimanfaatkan Elano FC Tuban untuk kembali unggul lewat gol Luthfi ke gawang kosong.
Namun kemenangan yang sudah di depan mata buyar setelah Safari Ramadhan mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir dan memaksa laga berakhir imbang 2-2.
Asisten pelatih Elano FC Tuban, Agus Himawan, menilai pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi dan menjadi bukti ketatnya persaingan di Liga 2 futsal musim ini.
Meski gagal membawa pulang kemenangan, dia tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang mampu mencuri satu poin penting dari tuan rumah.
“Pertama saya ucapkan terima kasih hasilnya luar biasa, intensitas tinggi, inilah pertandingan di Liga 2. Apa pun bisa terjadi dan satu poin ini penting untuk kita menapak ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Persis Solo Fokus Penuh ke Persita Tangerang, Andrei Alba Tak Mau Terganggu Hasil Tim Lain
Pemain Elano FC Tuban Muhammad Ramadhan mengaku bersyukur timnya mampu meraih poin dalam pertandingan tersebut. Dia optimistis performa tim akan semakin meningkat setelah kedatangan beberapa pemain baru.
“Alhamdulillah dengan adanya pemain baru kita bisa dapat poin hari ini. Terus kita tetap evaluasi buat besok. Semoga kita tiga poin di pertandingan selanjutnya. Kita target final four,” katanya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Maestro Solo FC Fandy Frima Butarbutar tetap mensyukuri hasil yang diraih anak asuhnya. Menurutnya, tim menunjukkan semangat juang tinggi hingga akhir laga meski masih banyak aspek yang harus diperbaiki.
“Oke alhamdulillah kita dapat hasil yang disyukuri saja. Anak-anak sudah berjuang sampai detik akhir. Banyak hal positif yang bisa saya ambil di pertandingan ini dan tentu masih banyak yang harus diperbaiki,” ucapnya.
Pemain Maestro Solo FC Dwi Priyo Ramadhani menyebut hasil imbang tersebut harus menjadi bahan evaluasi tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Dia berharap Maestro Solo FC bisa tampil lebih baik dan meraih hasil maksimal di laga selanjutnya.
“Ya alhamdulillah hasil yang harus kita syukuri walaupun kurang maksimal. Intinya tetap evaluasi lagi, terus bekerja keras lagi. Semoga di laga berikutnya bisa lebih baik lagi,” tandasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy