Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Proton FC Juara PFL 2 lewat Drama Adu Penalti, Hampton FC Gagal Sempurnakan Comeback

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 29 Juni 2026 | 13:20 WIB
Pertandingan Proton FC vs Hampton FC Surabaya dalam final PFL 2 di GOR Bung Karno Sukoharjo, Minggu (28/6/2026). (Dok. AFI)
Pertandingan Proton FC vs Hampton FC Surabaya dalam final PFL 2 di GOR Bung Karno Sukoharjo, Minggu (28/6/2026). (Dok. AFI)

RADARSOLO.COM – Proton FC memastikan diri sebagai juara Pro Futsal League (PFL) 2 musim 2025/2026 setelah menundukkan Hampton FC Surabaya melalui adu penalti 4-3 pada partai final di GOR Bung Karno Sukoharjo, Minggu (28/6/2026). Kemenangan tersebut menutup perjalanan panjang Proton sepanjang musim sekaligus mengakhiri perlawanan sengit Hampton yang nyaris membalikkan keadaan.

Laga pamungkas berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Proton FC yang tampil disiplin lebih dulu memecah kebuntuan melalui sepakan Muhamad Aldi Ramadhan pada menit ke-15. Gol tersebut membuat tim besutan Rio Pangestu Marasabessy menguasai jalannya pertandingan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan berubah drastis. Hampton FC tampil jauh lebih agresif dengan meningkatkan intensitas serangan dan pressing sejak peluit babak kedua dibunyikan.

Baca Juga: Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026: Jadwal Pertandingan Lengkap, Big Match Sudah Terjadi Sejak Awal

Hasilnya langsung terlihat. Guntur Permana menyamakan kedudukan pada menit ke-22 sebelum Proton kembali unggul semenit kemudian melalui gol kedua Muhamad Aldi Ramadhan.

Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada Hampton. Ortega Johan Risilindo Patola, Yoga Aditya, M. Fathur Rohim, dan M. Izzat Wildan Alfarizih bergantian mencatatkan nama di papan skor. Rentetan gol tersebut membuat pertandingan berlangsung terbuka dan penuh jual beli serangan.

Proton berupaya bangkit untuk mengejar ketertinggalan. Meski beberapa peluang berhasil diciptakan, kedua tim gagal mencetak gol tambahan hingga waktu normal berakhir. Laga pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Baca Juga: Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Der Panzer Diunggulkan, Ini Analisis Lengkapnya

Selama extra time, kedua tim sama-sama bermain lebih hati-hati. Baik Proton maupun Hampton memiliki kesempatan untuk mengunci kemenangan, tetapi penyelesaian akhir serta penampilan kedua penjaga gawang membuat skor tak berubah.

Penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti. Proton FC tampil lebih tenang. Empat penendangnya, yakni Reza Rizky Yana, Bambang Bayu Saptaji, Muhammad Robby Faturrahman, dan Aditya Muhammad Rasyid sukses menjalankan tugas dengan sempurna.

Di kubu Hampton FC, Randy Rifqy Bagus Ferari, Yaris, dan Catur Satriawan R berhasil mencetak gol. Namun satu kegagalan membuat Hampton harus mengakui keunggulan Proton dengan skor adu penalti 4-3.

Baca Juga: Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Ancaman Singa Atlas untuk Oranje

Keberhasilan tersebut disambut penuh haru oleh seluruh penggawa Proton FC. Setelah semusim penuh bekerja keras, trofi PFL 2 akhirnya berhasil mereka bawa pulang.

Pelatih Proton FC Rio Pangestu Marasabessy menyebut gelar juara merupakan buah dari proses panjang yang telah dibangun sejak awal musim. Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen tim.

"Alhamdulillah atas kemenangan hari ini. Terima kasih kepada owner, presiden klub, direktur teknik, staf pelatih, dan seluruh pemain untuk kemenangan hari ini," ujarnya seusai pertandingan.

Rio mengatakan seluruh pemain telah menunjukkan dedikasi tinggi selama satu musim kompetisi. Ia menilai gelar tersebut merupakan hasil dari persiapan yang telah dilakukan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

"Semua sudah bekerja keras. Ini hasil yang sudah kita impikan satu tahun belakangan ini. Persiapan panjang membuahkan hasil untuk malam ini," tambahnya.

Di sisi lain, pelatih Hampton FC Felix Tirta Haryanto tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski gagal mengangkat trofi. Ia menilai para pemain telah menunjukkan semangat juang luar biasa hingga mampu membawa pertandingan berakhir lewat adu penalti.

"Perasaannya luar biasa kepada tim saya karena mereka sudah berjuang lebih keras. Saya respect sama Proton, congrats Proton. Tapi next time kita balas dendam," katanya.

Baca Juga: Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Ranking Dunia FIVB Meroket Usai Kalahkan Korea Selatan

Felix memastikan kekalahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi tim menghadapi musim berikutnya. Target Hampton, kata dia, adalah kembali bersaing memperebutkan gelar juara.

"Harapannya pasti kita akan evaluasi, kita pasti perbaiki. Semoga tahun depan kita yang juara satu," ujarnya.

Senada dengan sang pelatih, pemain Hampton FC Catur Satriawan mengaku kecewa gagal membawa pulang trofi. Namun ia tetap bangga terhadap perjuangan rekan-rekannya yang mampu bangkit dan memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

"Sedih pasti sedih, tetapi saya salut dengan semua pemain yang berjuang sampai akhir. Kami harus mengakui Proton lebih baik. Saya mewakili tim mengucapkan selamat kepada Proton FC. Semoga kita bersama-sama bisa memajukan futsal Indonesia," ucapnya.

Selain membawa pulang trofi juara, Proton FC juga mendominasi penghargaan individu. Muhamad Aldi Ramadhan dinobatkan sebagai Man of the Match berkat dua gol yang dicetaknya pada partai final, sedangkan Muhamad Daffa Erlangga menyabet penghargaan Best Player dan Top Scorer PFL 2 musim 2025/2026. Dominasi tersebut melengkapi pesta juara Proton FC di Sukoharjo. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#pfl 2 #proton