Powerlifting Solo Ingin Naik Level, Fasilitas Latihan Ternyata Butuh Peremajaan

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:38 WIB
Kondisi fasilitas yang biasa digunakan atlet angkat berat Kota Solo untuk berlatih. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Kondisi fasilitas yang biasa digunakan atlet angkat berat Kota Solo untuk berlatih. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Persiapan atlet angkat berat Kota Solo menuju Porprov XVII Jawa Tengah 2026 masih dihadapkan pada persoalan fasilitas. Tempat latihan yang terbatas membuat para lifter harus berlatih di ruang yang relatif sempit. Di sisi lain, sejumlah peralatan pendukung juga masih belum ideal.

Kondisi tersebut dirasakan atlet angkat berat Kota Solo yang berlatih di PMS Surakarta. Dengan jumlah atlet yang cukup banyak, kapasitas sasana menjadi salah satu kendala dalam menjalankan program latihan secara maksimal.

Atlet angkat berat Solo peraih medali perunggu PON XXI Aceh-Sumut 2024, Adven Hindarto, mengatakan latihan tetap berjalan dengan intensitas tinggi. Namun, keterbatasan ruang dan peralatan membuat pembinaan atlet belum bisa berkembang secara maksimal.

"Kalau tempat latihan kami cukup sempit, sedangkan atletnya banyak. Alat juga masih kurang. Kalau tempat latihan besar dan alatnya memenuhi tentu berbeda. Harapannya ke depan Solo bisa punya tempat latihan seperti itu supaya bibit-bibit atlet angkat berat juga semakin banyak," terang Adven kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Terungkap, Ini Jadwal Lengkap Persis Solo di Liga 2 2026/2027: Laskar Sambernyawa Siap Hadapi Persela Lamongan, Kendal Tornado FC, Persipura Jayapura, Barito Putera, dan De Red FC

Menurut Adven, fasilitas latihan memiliki peran penting dalam pembinaan. Bukan hanya untuk atlet yang sudah masuk program persiapan Porprov, tetapi juga bagi calon lifter yang ingin mulai menekuni olahraga tersebut.

Kondisi sasana yang terbatas membuat ruang gerak atlet tidak terlalu leluasa. Padahal, latihan angkat berat membutuhkan area dan peralatan yang sesuai agar program dapat dijalankan secara terukur.

Adven menilai kondisi tersebut turut memengaruhi daya tarik powerlifting di mata masyarakat. Apalagi, saat ini tempat-tempat fitness semakin mudah ditemui dengan fasilitas yang relatif lebih lengkap.

"Kalau tempat latihan kami lebih besar dan alatnya juga memenuhi, tentu akan lebih menarik. Sekarang yang sedang tren kan tempat-tempat fitness. Kalau fasilitas powerlifting bisa dibuat setara dengan gym, saya yakin akan lebih banyak yang tertarik," ujarnya.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Bali United di Liga 1: 5 Pemain Baru Merapat ke Bali United, Asing Baru Dari Belanda hingga Thailand Gabung

Menurutnya, perkembangan gym sebenarnya bisa menjadi peluang bagi angkat berat Solo. Masyarakat yang sudah terbiasa melakukan latihan beban berpotensi diarahkan untuk mengenal olahraga prestasi.

Namun, peluang tersebut membutuhkan fasilitas yang mampu mendukung proses pembinaan. Tanpa tempat latihan dan peralatan yang memadai, sulit bagi pengurus untuk mengembangkan jumlah atlet secara lebih luas.

Ketua Pengcab Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABERSI) Kota Surakarta, Yunianto Eko, juga mengakui fasilitas menjadi bagian dari pekerjaan rumah pembinaan. Saat ini, PMS Surakarta telah memberikan tempat latihan bagi atlet secara gratis.

"Kalau dari PMS sendiri sebenarnya sudah memberikan gedung gratis. Kalau ada kejuaraan, terkadang juga ada support untuk keberangkatan. Tapi untuk kebutuhan harian, atlet angkat berat Surakarta ini tetap membutuhkan dukungan," terang Yunianto saat dihubungi via telepon Jawa Pos Radar Solo, Senin (17/8/2026).

Baca Juga: Update Bursa Transfer Bali United di Liga 1: 5 Pemain Baru Merapat ke Bali United, Asing Baru Dari Belanda hingga Thailand Gabung

Dukungan tersebut dinilai cukup membantu keberlangsungan latihan. Namun, Yunianto berharap ke depan tersedia fasilitas yang lebih representatif untuk menampung kebutuhan pembinaan atlet.

Pasalnya, pembinaan tidak berhenti pada atlet yang saat ini sudah berprestasi. Fasilitas yang lebih baik juga dibutuhkan untuk membuka kesempatan bagi calon atlet baru.

Dengan fasilitas yang lebih memadai, sasana angkat berat Solo diharapkan tidak hanya menjadi tempat latihan atlet Porprov. Tempat tersebut juga bisa menjadi ruang pembinaan bagi masyarakat yang ingin mengenal powerlifting lebih jauh.

Baca Juga: Update Bursa Transfer PSM Makassar di Liga 1: Bintang Timnas Malaysia, dan eks Bek Persis Solo Merapat

Adven berharap persoalan fasilitas mendapat perhatian lebih serius. Menurutnya, pembenahan tempat dan peralatan latihan dapat menjadi investasi jangka panjang untuk prestasi angkat berat Solo.

"Kami punya impian jangan sampai terbuang sia-sia. Kalau ke depan ada tempat latihan yang lebih baik dan alatnya memenuhi, mudah-mudahan bibit atlet angkat berat di Solo semakin banyak dan olahraga ini bisa digemari lebih luas," pungkasnya. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
pms lifter angkat berat