Target Tinggi Panahan Solo Menuju Porprov, Lapangan Latihan Belum Ideal

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:53 WIB
Atlet panahan Kota Solo tengah berlatih di Lapangan UMS, belum lama ini, (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Atlet panahan Kota Solo tengah berlatih di Lapangan UMS, belum lama ini, (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Target prestasi tinggi dipasang Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Solo menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Namun, ambisi tersebut masih dibayangi pekerjaan rumah di sektor sarana dan prasarana latihan.

Persoalan lapangan menjadi salah satu kendala utama yang sebelumnya dihadapi tim panahan Solo. Kini, masalah tersebut mulai teratasi setelah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan akses penggunaan lapangan di Jalan Adi Sucipto Nomor 80, Jajar, Laweyan, untuk mendukung program training center (TC).

Ketua Harian Panahan Kota Solo Fitra Wibawa Kusuma mengatakan, fasilitas tersebut cukup membantu karena tim akhirnya memiliki tempat untuk menjalankan pemusatan latihan. TC telah dimulai sejak awal Agustus dan direncanakan berlangsung selama tiga hingga empat bulan.

"Kendala pasti banyak. Yang pertama sudah kendala utama adalah lapangan, sudah tercapai, sudah terselesaikan. Alhamdulillah kita dapat fasilitas dipinjami lapangan dari pihak UMS sehingga kita bisa membuat TC untuk ke depannya," ucap Fitra saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Kamis (20/8/2026) seusai latihan.

Baca Juga: Rekap Pemain Baru PSMS Medan di Bursa Transfer Liga 2: Eks Persib  Bandung dan Persis Solo Merapat

Meski persoalan tempat latihan mulai menemukan solusi, kondisi lapangan yang digunakan belum sepenuhnya ideal untuk olahraga panahan. Permukaan lapangan berupa lantai beton menjadi salah satu perhatian karena berpotensi merusak peralatan ketika terjadi kesalahan dalam pelepasan anak panah.

Fitra menjelaskan, risiko tersebut tidak selalu disebabkan kesalahan teknik atlet. Dalam kondisi tertentu, anak panah yang meleset dapat mengenai permukaan beton dan berpotensi patah.

"Lapangan ini bentuknya bawahnya ini adalah lantai beton sehingga kurang nyaman untuk atlet-atlet kita, terutama untuk anak panah yang error. Bukan di tekniknya, tapi ada kendala sesuatu. Kalau terjadi error biasanya risikonya anak panah patah," jelasnya.

Baca Juga: Nama Wbeymar Angulo Dikaitkan dengan Persis Solo, Siapa Legiun Asing yang Dikorbankan?

Kenyamanan atlet juga masih menjadi pekerjaan rumah. Area latihan dinilai cukup panas karena belum tersedia tenda yang dapat digunakan sebagai tempat berteduh selama sesi latihan.

Kondisi tersebut membuat tim harus menyesuaikan aktivitas latihan dengan fasilitas yang tersedia. Padahal, TC diproyeksikan berlangsung selama beberapa bulan untuk mematangkan persiapan atlet menghadapi Porprov maupun agenda pertandingan lainnya.

Fasilitas penunjang seperti MCK juga belum tersedia di area latihan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, atlet dan tim sementara memanfaatkan fasilitas di lokasi sebelah.

"Untuk yang lainnya kendala pasti ya sarana dan prasarana penunjangnya. Kayak di sini masih terlalu panas belum ada tendanya untuk atletnya. Kemudian sarana MCK-nya juga belum ada sehingga kita pinjam numpang ke sebelah di situ," ujar Fitra.

Bagi Fitra, tersedianya lapangan saja belum cukup. Fasilitas latihan yang mendekati standar dibutuhkan agar atlet dapat menjalani program secara optimal sekaligus menjaga keamanan pemanah dan peralatan.

Terlebih, kesalahan dalam pelepasan anak panah merupakan bagian yang bisa terjadi dalam latihan. Karena itu, kondisi permukaan lapangan menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.

"Kita memang perlu lapangan yang minimal mendekati standar. Itu jadi anak-anak bisa latihan nyaman, kemudian tidak takut kalau terjadi error alatnya sehingga keselamatan dan keamanan ini bisa dijaga yang utama di situ," tegasnya.

Baca Juga: Rekap Pemain Baru PSPS Pekanbaru di Liga 2: Pemain Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya Merapat

Selain fasilitas lapangan, kebutuhan peralatan juga menjadi perhatian Perpani Surakarta. Fitra berharap pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dapat memberikan dukungan berupa subsidi peralatan, terutama bagi atlet yang telah menunjukkan prestasi.

Menurutnya, dukungan tersebut akan membantu atlet mendapatkan perlengkapan latihan yang lebih memadai. Pembinaan pun diharapkan tidak berhenti pada pencapaian di level daerah, tetapi mampu mendorong pemanah Surakarta bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

"Kalau bisa dari Dispora ada subsidi peralatan-peralatan yang untuk atlet-atlet yang berprestasi ini bisa mendapatkan perhatian lebih sehingga anak-anak bisa membawa nama Kota Solo lebih tinggi lagi, lebih tinggi dan dikenal di nasional maupun internasional," pungkas Fitra. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
potensi atlet panahan UMS