Dana Desa Menyusut, Desa Joho Bangun Mini Soccer Rp 780 Juta

Angga Purenda • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:11 WIB
Lapangan mini soccer Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Lapangan mini soccer Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dana Desa yang kian terbatas membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Joho, Kecamatan Prambanan, Klaten, memutar otak mencari sumber pendapatan baru. Desa tersebut memilih membangun lapangan mini soccer sebagai aset produktif yang ditargetkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).

Menariknya, lapangan berukuran 30 x 50 meter itu menggunakan rumput sintetis dan dirancang dengan standar internasional. Lokasinya yang berada di perbatasan Klaten dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga menjadi pertimbangan untuk membidik pasar penyewa dari wilayah Jogja.

Baca Juga: 275 Kebakaran Terjadi di Klaten, 119 Kasus Gara-Gara Bakar Sampah

Kepala Desa Joho Yulis Tanto mengatakan pembangunan lapangan tersebut merupakan strategi desa menghadapi penurunan alokasi Dana Desa. Fasilitas olahraga dipilih karena melihat tingginya minat masyarakat terhadap olahraga sepak bola mini.

“Karena sekarang Dana Desa sudah tidak seperti dulu, kita perlu Pendapatan Asli Desa yang lumayan. Makanya kegiatan kita alihkan ke pembuatan lapangan mini soccer standar internasional dengan ukuran 30 x 50 meter agar bisa menjadi sumber PADes,” ungkap Yulis saat ditemui Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Asap TPA Putri Cempo Mengancam, Dokkes Polresta Pantau Warga dan Personel

Joho tercatat sebagai desa kedua di Klaten yang membangun fasilitas mini soccer setelah Desa Karangasem, Kecamatan Cawas. Namun, Pemdes Joho memilih rumput sintetis untuk menekan biaya perawatan.

“Kalau di sana menggunakan rumput biasa yang perawatannya memang cukup mahal, di Joho kita coba siasati dengan menggunakan rumput sintetis,” terangnya.

Baca Juga: Laka KA Majapahit Vs Pikap di Kalijambe Sragen, Sopir Diduga Kurang Konsentrasi

Pembangunan lapangan tersebut menelan anggaran Rp780 juta. Dana itu digunakan untuk pembangunan fisik sekaligus sistem pencahayaan. Proyek dikerjakan dalam satu tahap melalui mekanisme lelang agar segera selesai dan tidak terbengkalai.

Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Pemdes Joho menargetkan lapangan tersebut sudah dapat digunakan dan disewakan pada pertengahan September.

“Pengerjaannya satu kali jalan langsung selesai, biar tidak mangkrak dan bisa langsung disewakan. Mungkin dua minggu lagi selesai,” ujarnya.

Fasilitas pendukung seperti ruang ganti dan sarana lainnya akan dibangun secara bertahap menggunakan hasil pendapatan dari penyewaan lapangan.

Untuk pengelolaan, aset desa tersebut rencananya dikerjasamakan dengan pihak profesional melalui mekanisme lelang yang diputuskan lewat musyawarah desa.

Pemdes Joho juga menyiapkan tarif sewa yang lebih murah dibandingkan lapangan mini soccer di wilayah Jogja. Jika harga sewa di Jogja bisa mencapai Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per jam, Joho berencana mematok tarif sekitar Rp400 ribu.

“Kalau di Jogja sewa per jamnya bisa Rp700 ribu-Rp800 ribu. Nanti kita buat setengah harga saja, sekitar Rp400 ribu biar laris. Untuk kemakmuran desa,” tambahnya.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menghadiri kegiatan Sambung Rasa di Desa Joho, Kamis (3/9).

Menurut Hamenang, Bantuan Keuangan (Bankeu) yang diterima desa telah dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Ia berharap lapangan tersebut segera selesai sehingga dapat digunakan masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi desa.

“Alhamdulillah, kemarin aspirasi bantuan keuangan ke desa sudah dimanfaatkan secara luar biasa oleh Pak Kepala Desa untuk membangun lapangan mini soccer. Saat ini pembangunannya kurang lebih sudah 80 persen. Semoga segera selesai sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Hamenang. (ren)

Editor : Kabun Triyatno
mini soccer klaten lapangan fasilitas Rumput Sintetis