Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen Sutrina menyampaikan, total pendaftar 8.398 orang. Sementara yang lolos tes selanjutnya yakni tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) ada 4.264 orang atau 50,77 persen dari total pendaftar. Tes SKD digelar di gedung Lembaga Pendidikan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Gondangrejo, Karanganyar pada 3-6 Februari lalu. Tidak ada kendala berarti selama tes berlangsung.
”Banyak peserta yang lolos karena nilai ambang batas diturunkan dibanding seleksi CPNS 2018,” jelas Sutrina, kemarin (17/2).
Dia menjelaskan, SKD meliputi tes karakteristik pribadi (TKP) dengan skor 125, tes wawasan kebangsaan (TWK) dengan skor 65, dan tes intelegensi umum (TIU) dengan skor 80. Jadi total skor 271 yang harus dipenuhi untuk lolos passing grade.
”Dengan nilai passing grade yang diturunkan itu mengakibatkan banyak peserta SKD yang lolos,” terangnya.
Perbandingan dengan SKD 2018 lalu, dari 2.922 peserta, hanya 121 orang yang lolos ambang batas nilai. Mereka yang tidak lolos itu karena nilainya jatuh pada TWK dan TIU. Sedangkan 2018 lalu yang banyak gagal justru di soal TKP.
Dia menilai peserta cukup serius dalam menghadapi seleksi CPNS. Lantaran saat ini mereka banyak belajar dari bimbingan belajar tes CPNS. Ditambah banyak juga yang memberikan latihan soal secara online di media sosial.
”Sekarang banyak teknik mengerjakan soal di Internet, sehingga peserta lebih siap,” tandasnya.
Selama pelaksanaan ujian, ada 383 peserta yang gagal sebelum menjalani tes karena tidak hadir. Dianggap tidak hadir lantaran tidak ada keterangan yang jelas. Selain itu juga ada yang terlambat datang sehingga tetap dinilai gagal.
”Tidak hadir mungkin para peserta sudah bekerja sehingga saat tes tidak bisa izin dari perusahaan,” ujarnya. Selanjutnya, tes SKB akan digelar di gedung LPPKS, Maret mendatang. (din/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra