Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Potensi Wisata Desa Kaliwedi: Usai Waterboom, Kini Incar Agrowisata

Damianus Bram • Sabtu, 25 September 2021 | 15:00 WIB
RIANG GEMBIRA: Anak-anak berenang gunakan ban pelampung di waterboom Jambangan Permai yang dikelola BUMDes Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen, kemarin (24/9) kemarin. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
RIANG GEMBIRA: Anak-anak berenang gunakan ban pelampung di waterboom Jambangan Permai yang dikelola BUMDes Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen, kemarin (24/9) kemarin. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN - Banyak desa di Kabupaten Sragen, berlomba menggali potensi di wilayahnya. Demi upaya meraup pendapatan asli desa (PADes). Seperti dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Kaliwedi, Kecamatan Gondang. Memaksimalkan potensi objek wisata air berupa waterboom.

Desa Kaliwedi masuk kawasan terpencil di Kecamatan Gondang. Namun, pemdes setempat berani ambil risiko. Mengoptimalkan lima unit badan usaha milik desa (BUMDes) untuk meraup pundi-pundi PADes. Salah satunya keberadaan waterboom Jambangan Permain.

Waterboom ini dikelola salah satu BUMDes setempat. Memiliki dua kolam utama. Kedalaman kolam aman digunakan bermain untuk anak-anak. Dilengkapi beberapa wahana seluncur air. Plus penambahan taman bunga nan Instagramable dan rumah makan.

Tiket masuknya tidak mengura kantong. Hanya Rp 10 ribu per orang. Include menu soto daging sapi gratis. Promo ini berlaku di hari kerja atau di luar weekend.

“Perencanaan dan langkah awal kinerja BUMDes di Desa Kaliwedi sejak 2017. Sampai sekarang dijalankan dengan baik. Ada lima unit BUMDes, salah satunya mengelola waterboom. Baru dibuka 27 Maret kemarin. Pembangunannya menelan anggaran sekitar Rp 2 miliar,” terang Kepala Desa (Kades) Kaliwedi Daryono, kemarin (24/9).

Sayang, waterboom ini sempat ditutup dua bulan. Bersamaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan level 4. Tak pelak, potensi kerugian yang dialami mencapai Rp 30 juta.

“Sekarang sudah buka lagi. Waterboom dibangun di tanah kas desa seluas 2 hektare. Bisa menampung lebih dari 500 pengunjung. Karena masih baru, promosi baru sebatas dari mulut ke mulut. Karena masih banyak lagi potensi yang akan dikembangkan di Desa Kaliwedi,” imbuh Daryono.

Karena biaya pembangunan cukup fantastis, target pemasukan PADes juga tinggi. Mencapai Rp 500 juta per tahun. “Sektor usaha di desa kami tidak hanya waterboom saja. Masih ada beberapa unit usaha lain. Seperti simpan pinjam, internet desa, dan rumah makan soto. Sehari bisa laku 150-500  mangkok,” ungkap kades.

Tak cuma andalkan waterboom, potensi lain juga dilirik. Salah satunya rencana pembangunan agrowisata. Berupa perkebunan buah. Dikombinasikan dengan peternakan domba. Di atas lahan kas desa seluas 3 hektare.

“Sementara ini masih disewa untuk menanam tebu. Kalau sewa sudah selesai, langsung kami bangun. Rencananya yang 1 hektare untuk kebun kelengkeng. Kemudian 1 hektare lagi buat green house yang diisi tanaman melon. Sisanya yang 1 hektare untuk peternakan domba,” bebernya.

Estimasi yang dilontarkan Daryono cukup realistis. Karena lahan 3 hektare jika disewakan untuk menanam tebu, hanya menambah PADes sekitar Rp 30 juta per tahun. Sedangkan jika disulap jadi agrowisata, berpotensi menambah PADes sekirar Rp 500 juta.

“Porsi penggunaan dana desa (DD) di Kaliwedi, 50 persen untuk pembangunan. Lalu yang 50 persen lainnya untuk pemberdayaan. Saya optimistis 2-3 tahun mendatang, Kaliwedi bisa menjadi desa mandiri. Bahkan jika tidak ada pandemi Covid-19, kami optimistis PADes-nya bisa samai nominal bantuan dana desa dari pemerintah pusat,” koarnya.

Optimisme Daryono cukup masuk akal. Mengingat potensi di desanya dikelola secara profesional. Terbukti, Desa Kaliwedi juara kedua lomba BUMDes tingkat kabupaten.

“Semoga 4-5 tahun ke depan bisa balik modal pembangunan. Karena pusat manajemen kami ada di lembaga keuangan desa (LKD). Kami tidak asal membangun dan kembangkan BUMDes. Harus melihat potensi yang ada. Kemudian dimaksimalkan dengan berbagai inovasi,” paparnya. (din/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Desa Kaliwedi #Waterboom Jambangan Permain #Pembangunan Agrowisata di Desa Kaliwedi #Waterboom Desa Kaliwedi