Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Potensi Madu Klanceng dari Tawon Kerdil: Tingkatkan Vitalitas, Sikat Diabetes

Damianus Bram • Minggu, 16 Januari 2022 | 17:06 WIB
NILAI EKONOMIS TINGGI: Budi daya tawon kerdil penghasil madu klanceng di Kampung Taman Asri, Kelurahan Kroyo, Karangmalang, Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
NILAI EKONOMIS TINGGI: Budi daya tawon kerdil penghasil madu klanceng di Kampung Taman Asri, Kelurahan Kroyo, Karangmalang, Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN - Pembangunan wilayah pedesaan, tidak hanya mengandalkan pemerintah desa setempat. Warga juga bisa menggali potensi-potensi yang ada di lingkungan sekitarnya. Salah satunya ternak madu klanceng di Kampung Taman Asri, Kelurahan Kroyo, Karangmalang, Sragen.

Budi daya madu klanceng atau madu trigona dilakukan secara swadaya oleh warga. Madu tersebut dihasilkan oleh tawon kerdil atau klanceng itama. Bibitnya didatangkan langsung dari Palembang, Sumatera Selatan. Mengingat habitat asli lebah tersebut dari hutan di kawasan Sumatera.

“Sarangnya harus dari kayu hutan. Karena lebah tersebut habitat alaminya memang di hutan,” kata tokoh masyarakat Kampung Taman Asri Eko Wijiyono, kemarin (14/1).

Saat ini tercatat 12 warga yang membudidayakan madu klanceng. “Awalnya saya sendiri yang mengembangkan. Namun lama-lama warga sekitar melihat dan tertarik. Sehingga sekarang banyak tetangga yang ikut budi daya tawon kerdil,” imbuh Eko.

Di Kampung Taman Asri, tawon kedil dibudidayakan di 20 sarang lebah milik bersama. Terutama bagi warga yang lahannya sempit. “Kalau digarap bersama-sama, keuntungan ya untuk kas warga,” beber Eko.

Sejauh ini pihak kelurahan sangat mendukung geliat ekonomi warga lewat budi daya tawon kerdil. Meskipun belum sampai ke ranah bantuan permodalan. “Masyarakat kompak mengembangkan secara mandiri. Lurah juga selalu hadir dan mendukung secara moril,” ujar Eko.

Photo
Photo
Contoh kemasan madu klanceng.

Ditanya seputar budi daya tawon kerdil, Eko mengaku butuh persiapan vegetasi selama tiga bulan. Jika vegetasi mencukupi dan kebutuhan lebah bagus, maka produksi madu dipastikan meningkat. Soal vegetasi, tawon kerdil membutuhkan tanaman air mata pengantin, porana volubilis, dan bunga santos. Namun yang paling sering digunkan yakni air mata pengantin. Karena hampir setiap hari tanaman tersebut berbunga dan menghasilkan nektar.

“Resin lebah dibuat dari kayu putih, pohon damar, pohon mangga, dan sebagainya. Resin itu untuk membuat propolis. Selama pandemi ini, warga banyak yang berlomba-lomba menanam tanaman-tanaman tersebut. Ini sangat membantu proses vegetasi tawon kerdil,” jelas Eko.

Terkait vegetasi, Eko bersama warga lainnya terpaksa mendatangkan tanaman dari Banjarnegara dan Kediri. Karena sejauh ini belum dikembangkan di wilayah eks Karisidenan Surakarta. “Pangsa pasar madu klanceng sudah merambah Jakarta, Makassar, dan kota-kota besar lainnya,” ujarnya.

Eko mengaku reproduksi madu tawon kerdil relatif aman dan jangka waktunya lama. Karena ratu lebah cukup rajin bertelur. Tiap sarang, bisa panen seminggu sekali. “Satu kotak itu sekitar 3 botol madu,” imbuhnya.

Sementara itu, khasiat madu klanceng tidak perlu diragukan lagi. Karena diklaim bisa menambah vitalitas pria, sekaligus meningkatkan imunitas tubuh. Cocok dikonsumsi selama pandemi Covid-19. Termasuk cocok untuk penyakit gula atau diabetes. Tak mengherankan nilai jual madu klanceng cukup tinggi. Jika harga madu biasa per liter sekitar Rp 75 ribu, Madu Klanceng per liter bisa mencapai Rp 600 ribu. (din/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Madu dari Tawon Kerdil #Madu Klanceng Tingkatkan Vitalitas #Potensi Madu Klanceng #Madu Klanceng