Kepala Dishub Sragen Catur Sarjanto menyampaikan, terkait keluhan tersebut, pihaknya belum mendapat laporan secara resmi dari pihak RSUD Gemolong.
”Sebenarnya baru disampaikan permohonan soal lampu penerangan jalan di akses tersebut, hal itu akan dipenuhi,” terangnya, Kamis (24/2).
Catur menegaskan, keluhan soal akses jalan untuk pasien belum disampaikan. Namun demikian hal itu perlu diperhatikan karena mengganggu akses pasien yang ingin masuk ke rumah sakit. Salah satunya komunikasi dengan pengelola pasar Gemolong.
Dia menilai kepala pasar atau lurah pasar berperan penting. Terutama untuk mengingatkan pedagang saat bongkar muat barang. Agar jangan sampai mengganggu arus petugas medis apalagi pasien yang masuk ke rumah sakit.
”Perlu ada komunikasi dengan lurah pasar, terutama saat bongkar dagangan. Jangan ganggu akses jalan terutama pasien,” tuturnya.
Selain itu ada usulan agar Bus Trans Jateng jurusan Solo-Sumberlawang bisa masuk lingkungan RSUD Gemolong. Harapan tersebut disampaikan Direktur RSUD Gemolong untuk mempermudah akses pasien untuk berobat. Namun Catur menyampaikan hal itu belum diutarakan ke Dishub Sragen. Jika ada usulan resmi akan dilakukan pembahasan. Terlebih situasi itu juga akan merubah rute dan jalur Bus Trans Jateng.
”Jika diminta masuk tentu harus ada pembicaraan dengan pengelola trans jateng dan dishub provinsi. Selain itu juga merubah lalu lintasnya. Kalau alasan bisa masuk ke Sangiran memang salah satu prioritasnya untuk mempermudah destinasi pariwisata, makanya bisa masuk ke kawasan terminal Sangiran,” jelas Catur.
Terpisah warga Kalijambe, Samsul Bahri membenarkan kondisi sangat sering macet di depan RSUD Gemolong. Dia menilai tidak hanya karena pedagang saja. Namun masyarakat dengan berbagai kepentingan melintas jalur yang tergolong sempit itu.
”Termasuk anak-anak sekolah di jam-jam masuk pagi juga bikin padat,” terangnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram