Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kodim 0725/Sragen Cor Jalan Pakai Tulangan Bambu

Damianus Bram • Rabu, 16 Maret 2022 | 16:55 WIB
INOVASI: Pengecoran jalan di Geneng, Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang dalam program karya bakti Kodim 0725/Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
INOVASI: Pengecoran jalan di Geneng, Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang dalam program karya bakti Kodim 0725/Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN – Kodim 0725/Sragen menyelesaikan karya bakti di Geneng, Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang. Program tersebut menyelesaikan cor jalan sepanjang  860 meter. Untuk menghemat dan memastikan jalan awet, pengecoran jalan menggunakan tulangan bambu pengganti besi.

Selain pekerjaan tersebut, juga membantu 12 rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dan sarana pembangunan sanitasi jamban sehat sebanyak 20 unit dengan pengecekan sebelumnya agar tidak salah sasaran. Waktu pelaksanaan dapat diselesaikan selama 21 hari. Penutupan dilaksanakan Selasa (15/3).

Dandim 0725/Sragen Letkol (Inf) Anggoro Heri Pratikno mengungkapkan, hasil pekerjaan telah selesai 100 persen dan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Anggaran karya bakti ini dari Pemerintah Kabupaten Sragen sebesar Rp 325 juta. Anggaran tersebut di bawah pengelolaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sragen.

Dia menekankan evaluasi kegiatan sebelumnya menyoroti kekuatan cor jalan. Karena jika tidak pakai tulangan, jalan tidak terlalu awet. Hingga pada pelaksanaan di Desa Wonotolo ini, diputuskan menggunakan bambu sebagai tulangan.

”Kami menggunakan sarana yang ada, tapi tidak mengurangi mutu. Kami menggunakan tulangan bambu mutunya tidak beda jauh,” jelas Dandim.

Sehingga dalam pelaksanaan ini melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen sebagai pengawas teknis.

”Kami libatkan DPU Kabupaten Sragen. Untuk tulangan bambu, selama tertutup penuh dan tidak terkena oksidasi udara akan awet,” jelasnya.

Dandim menyampaikan, program TNI seperti Karya Bakti dan TMMD sangat ditunggu masyarakat. Setiap kali bertemu warga, mereka proaktif berkomunikasi dengan anggota TNI untuk mengajukan kegiatan bersama TNI.

”Dari Masyarakat sudah merasakan manfaatnya, jadi alhamdulillah sekarang berlomba-lomba mengajukan,” bebernya.

Rencana digelar TMMD di Desa Slendro, Kecamatan Gesi pada 11 Mei – Juni. Tahap kedua digelar di Desa Wonorejo Kecamatan kedawung. Selanjutnya tahap tiga di Desa Bagor, Kecamatan Miri. Rencana anggaran dari TMMD yakni Provinsi Jawa Tengah ada Rp 251 juta. Sedangkan dari kabupaten Sragen Rp 100 juta.

”Setiap TMMD kurang lebih anggaran yang diterima sebesar itu,” jelasnya.

Wakil Bupati Sragen Suroto mengapresiasi inovasi menggunakan tulangan bambu pada cor jalan. Inovasi pakai tulang bambu tentu bisa menekan biaya pengganti tulang dari cor baja.

”Tentu di desa banyak bambu yang bisa dimanfaatkan. Dengan ini jadi cor jalan tidak mudah pecah. Ini bisa ditiru apa yang sudah dilakukan bapak-bapak TNI,” ujarnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Cor Jalan Pakai Bambu #Dandim Sragen #Kodim 0725/Sragen #TMMD Sragen