Jenazah warga Kampung Mekar Asri RT 01/11, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen ini dievakuasi oleh warga dan sejumlah relawan PMI Sragen. Visum dilakukan oleh Inafis Polres Sragen dan Puskesmas Sragen Kota.
Ketika dievakuasi, tubuh korban ditemukan lecet pada dahi, lecet pada tangan kanan dan kiri, lecet pada lutut kaki kanan. Kabar tersebut cukup mengejutkan lantaran sebelumnya sudah ada larangan memasang jebakan tikus berlistrik.
Kepala Desa (Kades) Tangkil Suyono menepis anggapan korban meninggal akibat jebakan listrik. Dia menjelaskan korban meninggal akibat listrik sumur submersible.
”Korban ini rencananya mau menghidupkan sibel di areal rumah-rumahan sibel di area persawahan. Rumah-rumahannya ini tidak dari hebel atau batu, tapi dari besi. Mungkin ada kebel yang lecet atau apa,” terang Suyono.
Suyono mengatakan korban bukanlah warganya. Melainkan warga Mekar Asri, Nglorog yang mempunyai sawah di wilayah Tangkil.
”Jadi rumahan sibelnya itu dari besi, model lama biasanya dari besi. Kalau yang baru ini biasanya dibuatkan dari hebel,” terangnya.
Terkait jebakan listrik, pihaknya memastikan sudah tidak ada di Tangkil. Pemdes setempat sudah menyiapkan dana desa (DD) untuk gropyokan tikus.
”Kami rencanakan lagi gropyokan tikus tahap dua,” jelasnya.
Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kapolsek Sragen Kota AKP Pitoyo mengatakan, korban pamit ke keluarga pergi ke sawah menghidupkan sible untuk mengaliri sawahnya. Tidak lama kemudian, pada pukul 06.30 petani lain menemukan korban dalam keadaan tertelungkup di mesin sible di pinggir sawah.
”Akhirnya bersama warga mereka melakukan pengecekan terhadap korban. Ternyata sudah meninggal dunia. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sragen Kota,” kata Suwarso.
Sementara itu, hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Sragen dan Tim Medis Puskesmas Sragen tidak ditemukan tanda kekerasan. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban meninggal dunia diduga murni karena tersengat aliran listrik. Itu dibuktikan dari adanya bekas luka bakar. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram