Coach Commercial Operation Han Dijhkuizen menyampaikan, kunjungannya ke PDAM Sragen untuk membantu perusahaan setempat lebih baik. Ada beberapa hal yang perlu dibenahi.
”Yang perlu ditingkatkan yakni layanan pengaduan. Perusahaan perlu lebih mendengarkan pelanggan. Karena dari pelanggan kita bisa tahu apa yang bisa ditingkatkan,” ujarnya, kemarin.
Ditegaskan Han Dijhkuizen, masukan dan aduan pelanggan sangat penting untuk mengembangkan perusahaan. Sebab itu, harus mendapatkan perhatian lebih serius.
Coach ICT Development Toin Pijnenburgh menambahkan, pihaknya berencana meningkatkan kualitas teknologi informasi di PDAM Sragen agar bisa membuat lompatan pengolahan data berbasis Cloud. Termasuk pengelolaan kanal sosial media.
Koordinator Waterwork dari Belanda Pieter Cusell menuturkan, kehadiran perusahaannya atas permintaan PDAM Sragen guna melakukan pendampingan. ”Jadi hasil akhirnya untuk perumda. Kami punya komitmen dan semangat untuk selalu improve agar progresnya selalu naik,” terang dia.
Pieter menambahkan, pihaknya bertindak dalam Water Operator Partnership (WOP) dalam satu konsorsium Waterwork. Lantas program Waterwork diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Belanda. Menggandeng seluruh perusahaan air minum di Belanda.
”Di Belanda, semua air kran bisa diminum. Mereka punya pengetahuan supaya bisa melayani dan membantu sejumlah negara. Ending-nya, di 2030, bisa melayani 10 juta orang di seluruh dunia,” urainya.
PDAM Kabupaten Sragen, imbuh Pieter, termasuk bagian dari pergerakan program itu. ”Ditargetkan PDAM Sragen menjadi perusahaan yang tangguh dan berkelanjutan. Tidak bisa diwujudkan tanpa kinerja pegawai PDAM Sragen,” tandas Pieter. (din/wa/dam) Editor : Damianus Bram