Banyak warga menyampaikan kecaman pada pelaku kerusakan lingkungan ini lewat media sosial. Meskipun belum diketahui oknum yang sengaja meracun air sungai tersebut.
Pengurus Wader Mania Sragen Vicentius Probo Yuwono mengaku, mendapat kabar dari rekannya pada Sabtu (9/7) lalu. Lantaran tengah berada di luar kota, dia baru mengecek, Senin (11/7) kemarin. Setelah mengecek, banyak ikan yang mati.
”Saya dapat kabar di teman-teman, Senin saya cek lokasi ternyata banyak yang mati. Lokasinya di area timur Waduk Kembangan. Berada di Sungai Ngarum atau sungai Bonggo aliran sungainya sampai Kedungpanas,” terangnya, Selasa (12/7).
Dia menyampaikan, aliran tersebut melintasi tiga kecamatan di Sragen. Sehingga cukup panjang dampak yang ditimbulkan. Menurutnya, situasi di sungai tersebut sengaja diracun. Lantaran di kawasan sekitar tidak ada industri yang membuang limbah ke sungai.
Bahkan yang menguatkan sengaja diracun yakni tidak hanya ikan yang mati, tapi juga menemukan sekitar empat ekor ular yang mati dan kepiting yang mati.
Lantas pihaknya juga sudah mengambil sampel ikan mati dan dibekukan. Kemudian melaporkan ke Polsek Karangmalang. Namun pelaku masih belum dipastikan dengan jelas.
”Ada warga yang tahu. Waktu Subuh, ikan sudah banyak yang mati. Tapi ada yang lihat orang bawa ikan banyak,” terangnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen Tedy Rosanto mengaku belum lama menerima laporan tersebut. Pihaknya segera berkoordinasi dengan kecamatan yang dilintasi dan akan mengambil sampel air serta ikan.
”Besok akam kami ambil sampel dan telusuri. Cek bersama warga, camat dan sebagainya,” ujarnya.
Terkait pengerusakan lingkungan tersebut, pihaknya berharap masyarakat juga ikut andil menjaga. Sedangkan oknum yang melakukan tindakan tersebut belum ditemukan. ”Kami cari oknum tersebut bersama warga,” ujarnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram