Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ribuan Siswa di Sragen Digelontor PIP, Jangan Sampai Kekurangan Murid

Damianus Bram • Senin, 22 Agustus 2022 | 03:52 WIB
SOSIALISASI: Ketua DPRD Sragen yakinkan Pemerataan kualitas pendidikan pada warga Gebang. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SOSIALISASI: Ketua DPRD Sragen yakinkan Pemerataan kualitas pendidikan pada warga Gebang. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN – Pendidikan di Kabupaten Sragen mendapatkan banyak perhatian. Salah satunya bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). PIP ini diharapkan juga berdampak pada pemerataan pendidikan, utamanya sekolah di pedesaan.

Ketua DPRD Kabupaten Sragen Suparno menemui orang tua siswa penerima PIP di Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sabtu (20/8). Penerima PIP ini terdata di data pokok pendidikan dasar menengah (dapodikdasmen). Data itu merupakan database secara nasional di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Suparno menyampaikan, pada 2022 ini siswa yang mendapat PIP lebih dari 23 ribu anak. Sedangkan pada 2023 nanti rencana kuota penerima akan ditambah lagi.

”Jadi saya minta untuk siswa calon penerima harus didata lagi. Termasuk sekolah yang sarana prasana kurang memadai kembali untuk diusulkan,” terangnya.

Suparno menambahkan, PIP ini perlu disosialisasikan pada orang tua. Agar terjadi pemerataan pendidikan di semua wilayah. Sehingga diharapkan para orang tua tidak berbondong-bondong ke sekolah yang dianggap favorit saja.

”Semua SD negeri kan sama, kalau sarana prasarana kita penuhi. Insyaallah akan terjadi pemerataan kualitas pendidikan,” imbuh Suparno.

Untuk PIP ini, lanjut dia, bantuan tingkat SD/MI sebesar Rp 450 ribu. Sedangkan siswa pemula atau kelas 1 mendapatkan 50 persen. Sementara tingkat SMP/MTs sekitar Rp 750 ribu dan SMA/SMK/MA menerima Rp 1 juta.

Kepala Desa (Kades) Gebang Jumanto menyampaikan, ada 205 siswa dari SDN Gebang 1, 2, 3, dan 4 yang menerima bantuan PIP. Sebagian siswa yang dinilai layak menerima sudah dimasukkan.

”Mudah-mudahan dengan PIP ini bisa terjadi pemerataan distribusi siswa, karena di SDN 1 Gebang hampir saja regrouping,” ujarnya.

Jumanto menambahkan, khusus SDN 1 Gebang jumlahnya mepet karena banyak yang memilih sekolah swasta di luar desa. Dia menganjurkan warga untuk tidak ragu menyekolahkan putra-putrinya di SDN terdekat.

”Harapan kami kuota di setiap SD negeri di desa kami terus terpenuhi dan tidak terjadi regrouping. Sejauh ini kuota persyaratan masih terpenuhi di SD 1 Gebang, meski mepet, sedangkan SSD lainnya dirasa cukup,” tuturnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#pip #Ketua DPRD Kabupaten Sragen #program indonesia pintar #Pendidikan di Sragen