Dalam sharing tersebut, para santri dan satriwati Dimsa Sragen mendapatkan tambahan wawawasan cara menulis berita yang baik dan benar, hingga menggali informasi yang menarik untuk diolah menjadi sebuah berita.
Diawali komponen-komponen dalam teks berita. Seperti menulis kepala berita, serta membuat judul yang padat, singkat, tapi menarik.
Cakra Wira, salah seorang peserta pelatihan jurnalistik menyatakan mendapatkan banyak tambahan wawasan tentang media massa dan cara membuat berita.
“Kegiatan ini sangat luar biasa. Menyenangkan, sekaligus bisa mendapatkan ilmu langsung dari redaktur Jawa Pos Radar Solo tentang jurnalistik, teknik wawancara, dan penulisan berita,” ungkap siswa kelas VIII tersebut.
Senada diungkapkan Lutfhi. Siswa kelas IX tersebut mengakui, ilmu jurnalistik ini bisa digunakan sebagai bekal menulis di majalah sekolah.
“Alhamdulillah ini sangat bermanfaat, kami dapat banyak ilmu disini. Pengalaman dan ilmu ini bisa untuk bekal pengkaderan juga di Kreansa SMP Dimsa,” ucapnya
Pembina Jurnalistik SMP Dimsa Sragen Agus Tika Dwi Savira berharap para santri dan satriwati dapat memahami dan menerapkan ilmu jurnalistik dalam mengembangkan Kreansa. ”Kegiatan ini agar anak-anak bisa lebih paham terkait jurnalistik,” ucapnya
Selama ini, siswa dan siswi SMP Dimsa Sragen yang aktif di dalam tim Majalah Kreansa dituntut menghasilkan peliputan di sekolah yang berkualitas. Mereka dibagi dalam tim reporter dan redaktur.
“Anak-anak membutuhkan motivasi untuk menulis. Salah satu caranya dengan datang langsung ke Jawa Pos Radar Solo dan mendapatkan materi langsung dari ahlinya,” pungkasnya. (ian/nik) Editor : Tri Wahyu Cahyono