Menurut Parno, 35, warga Dusun Karang, Desa Gading, Tanon, mengatakan, kejadian ayam mati mendadak di wilayah Dusun Karang berlangsung sekitar seminggu terakhir. Kejadian merata dirasakan warga yang memelihara ayam kampung. Biasanya dalam satu kandang 10-20 ekor ayam mati.
”Kejadian merata di sini. Tidak ada gejala aneh sebelumnya. Sore kondisi ayam masih hidup. Tapi paginya mendadak mati di kandang,” terang Parno.
Warga lainnya, Kasno menambahkan, situasi ini cukup menghawatirkan. Karena belum tahu penyakit yang menyerang puluhan ekor ayam tersebut.
”Warga jelas khawatir. Takutnya penyakit atau virus yang menyerang ayam itut bisa menular ke manusia,” ujarnya.
Karena banyak ayam kampung yang mati warga mulai waswas. Mereka terpaksa menjual ayam-ayam yang masih hidup dengan harga murah ke pasar. Tidak tidak ingin merugi karena takut ayam-ayam itu mati mendadak sehingga tidak laku dijual.
Kepala Desa (Kades) Gading Puryanto mengatakan, belum ada laporan resmi soal ayam-ayam mati itu. Namun dia memang mendapatkan informasi dari warga, cukup banyak ayam kampung yang mati beberapa hari terakhir.
”Yang mati itu ayam yang dipelihara warga. Di Desa Gading, ayam yang memang dipelihara khusus di kandang tidak terserang itu,” ujarnya Rabu (8/3).
Di bagian lain, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sragen drh. Toto Sukarno mengatakan, sudah mendapati informasi tersebut. Dinas sudah menerjunkan tim untuk melihat kondisi lapangan dan mendata ayam-ayam yang mati tersebut.
”Kami cek dulu ke lapangan. Terkait penyakitnya berbahaya atau tidak bagi manusia. Petugas sudah kami instruksikan ke Desa Gading untuk memeriksa ayam-ayam yang mati itu,” terangnya. (din/bun/dam) Editor : Damianus Bram