RADARSRAGEN.COM – Sejumlah warga yang biasa tinggal di sekitaran sungai Bengawan Solo ramai-ramai memanen ikan. Lantaran banyak ikan yang tengah menepi di pinggiran sungai atau dikenal dengan istilah pladu. Diduga ikan tersebut terdampak limbah yang dibuang di Bengawan Solo.
Sejumlah warga tampak mengambil turun ke bawah jembatan Ganefo, Desa Katelan, Kecamatan Tangen. Ikan menepi sejak Sabtu (7/10) sekira pukul 12.30. Diduga ikan-ikan tersebut menepi ke pinggir Bengawan Solo lantaran aliran tercemar limbah.
Kesempatan itu dimanfaatkan oleh warga untuk mencari ikan. Beberapa jenis ikan yang berhasil ditangkap saat sedang pladu di Bengawan Solo di antaranya ikan mujaer, bader, lele, patin, gabus, sapu-sapu dan sebagainya.
Salah seorang warga Tangen, Wardiman, 45, mengaku mendapatkan belasan kilogram ikan dari Bengawan Solo.
”Ada 10 kg lebih sejak pladu. Pladu ini sering terjadi ketika limbah pabrik mengalir dan ikan-ikan pada mabuk,” kata Wardiman, kemarin (10/10).
Mulyanto warga Desa Melale yang juga mencari ikan menjelaskan panen ikan di Bengawan Solo terjadi saat air surut. Ditambah kondisi air tercemar limbah pabrik. Kondisi air berwarna hitam pekat dan berbau. Akibatnya banyak ikan mati dan mabuk.
”Alhamdulillah dapat banyak, ini pakai jaring untuk nangkap ikan yang menepi ke pinggir sungai. Kondisi ini banyak ikan mabuk ini gara-gara limbah pabrik dari atas dibuang di sini dan bikin ikan seperti ini, rencana ikan hasil tangkapan akan kami masak untuk keluarga,” ujarnya. (din/adi)
Editor : Damianus Bram