RADARSRAGEN.COM – Keberadaan Trans Jateng di jalur Sragen-Solo dinilai belum terlalu signifikan mengurangi kepadatan jalan.
Selain itu jumlah halte untuk fasilitas angkutan publik tersebut masih kurang. Kondisi tersebut diakui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Erry Derima Ryanto mengakui kepadatan itu tetap terjadi di ruas Sragen-Solo, meski sudah difasilitasi Trans Jateng.
Pihaknya berdalih karena jumlah kendaraan bermotor yang cenderung bertambah.
”Kami memang sangat berharap bahwa ada orang-orang yang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Tapi saat ini barangkali yang sudah beralih adalah yang menggunakan sepeda motor,” terangnya saat penyerahan corporate social responsibility lima bangunan halte untuk Trans Jateng, Minggu (27/11).
Dia menekankan pentingnya unsur keselamatan, terutama siswa yang berangkat sekolah. Dengan angkutan umum tingkat keselamatan menjadi lebih tinggi dibanding dengan menggunakan sepeda motor. Menurutnya anak-anak usia produktif masih cukup tinggi yang terlibat kecelakaan.
”Hadirnya Trans Jateng ini kita harapkan bisa mengurangi tingkat fatalitas terutama terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Namun terkait fasilitas halte Trans Jateng, Erry mengakui masih kurang banyak. Total kebutuhan halte pada rute tersebut yakni 85 titik. Sedangkan sampai saat ini, halte terbangunnya masih 23 titik.
Pemberhentian yang lain adalah tempat henti, baik dengan rambu-rambu dan marka yang permanen, maupun masih berupa tulisan MMT tempat henti bus dan sebagainya. Pihaknya bersyukur dengan tambahan halte dari mitra Pemkab Sragen.
”Tentunya dengan adanya tambahan lima ini, sangat mendukung pelayanan Trans Jateng ini, sehingga penumpang barangkali tidak kehujanan, kepanasan dan sebagainya,” jelasnya.
Dia menuturkan Trans Jateng untuk Solo-Sragen melewati beberapa daerah wisata. Seperti Sangiran, Gunung Kemukus, dan sebagainya.
Sampai saat ini, kecenderungan Solo-Sragen penumpang sudah mulai meningkat. Dari yang sebelumnya 21 persen, pada Agustus sudah meningkat lagi 69 persen. Kemudian Oktober meningkat 74 persen.
Wakil Bupati Sragen Suroto menuturkan adanya Trans Jateng cukup membantu moda transportasi di utara Bengawan.
”Dengan melintasi Sangiran, Gunung Kemukus, sampai insyaAllah nanti Kedung Ombo. Tapi bergesernya waktu bisa melayani anak cucu kita yang sekolah,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Damianus Bram