RADARSOLO.COM- Banyak jembatan desa di Kabupaten Sragen mengalami kerusakan akibat diterjang banjir.
Namun untuk perbaikan jembatan desa yang rusak butuh anggaran yang besar dan tidak setiap saat tersedia.
Sehingga butuh jalan keluar untuk mengatasi jembatan desa yang rusak.
Jembatan rusak di antaranya di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen yang ambrol Minggu (25/2/2024).
Lalu jembatan desa di Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang putus Januari lalu.
Menyikapi banyaknya jembatan desa yang rusak, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, bagi calon bupati ke depan, salah satu bahan kampanye yakni perbaikan dan pembuatan jembatan desa.
Karena masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Sragen untuk menyiasati anggaran kebutuhan pembangunan jembatan desa.
Mengingat sebagian besar jembatan desa banyak yang putus maupun ambrol.
”Saya pusing karena banyak jembatan yang rusak. Isinya musrenbangdes, poin pertama adalah soal jembatan desa,” ujar dia.
Pihaknya mengalkulasi ada sekira 50 jembatan desa yang perlu perhatian.
Namun untuk konstruksi jembatan, tidak mungkin hanya sekadar mengandalkan dana desa (DD). Karena membutuhkan biaya yang cukup besar.
Bupati sudah mencoba untuk menghitung kebutuhan pembangunan jembatan.
Setidaknya butuh Rp 3-5 miliar untuk jembatan yang layak. Selain itu juga melebarkan jembatan.
”Sekarang jalan sudah melebar, jembatan masih kecil jadi perlu dilebarkan,” ujar dia.
Terpisah Kepala Desa (Kades) Srimulyo, Kecamatan Gondang Tri Prasetyo Utomo mengatakan, pihaknya mengerahkan masyarakat untuk gotong royong membangun jembatan darurat.
”Dibantu anggota Koramil Gondang dan Bhabinkamtibmas membuat jembatan darurat dengan bambu,” terangnya, Selasa (27/2/2024).
Pihaknya menyiapkan jembatan darurat sepanjang 50 meter dengan memanfaatkan rumpun bambu di sepanjang sungai.
”Kami kerja bakti pakai bambu dulu sambil membersihkan bambu di sekitar aliran sungai,” bebernya. (din/adi)
Editor : Tri Wahyu Cahyono