RADARSOLO.COM - Partai Golkar memiliki peran yang cukup besar Pilkada Sragen mendatang. Lantaran memiliki tujuh kursi dan kader loyal. Sejauh ini, Golkar mendorong ketua DPD II Sragen Pujono Elli Bayu Effendi untuk mempersiapkan diri sebagai calon bupati.
Kemudian muncul pertanyaan ketika acara tasyakuran salah satu caleg Golkar kemarin, hadir nama Untung Wina Sukowati yang diketahui sudah mendaftar di partai Demokrat.
Terkait situasi tersebut Sekretaris DPD Golkar Jawa Tengah Juliyatmono menegaskan belum ada perubahan terkait calon yang akan diusung.
”DPP sudah menugaskan Bayu, sekarang tahapnya sosialisasi. Setelah sosialisasi baru cek lewat survei tingkat elektabilitasnya sembari berkomunikasi dengan partai lain,” ujar mantan Bupati Karanganyar ini.
Dia menyampaikan, butuh tiga kursi lagi untuk mengusung bupati dan calon bupati. Maka pihaknya mempersilahkan untuk komunikasi dengan partai lain.
”Minimal harapan kita koalisi Indonesia Maju bisa solid. Tapi bisa juga membuka diri dengan partai lainnya,” ujarnya.
Terkait kehadiran Untung Wina di acara partai, Juliyatmono menegaskan belum ada pembicaraan apapun. Karena penugasan tetap pada Bayu.
Tetapi dia menekankan regulasi memaksa Bayu mengambil pilihan, untuk meninggalkan kursi DPRD jika ingin maju.
”Kalau mau maju ya harus mengorbankan itu (kursi DPRD). Dan juga harus menang. Kalau di pileg saya coba survei dia punya elektabilitas yang baik di kota,” jelasnya.
Sementara Ketua DPD II Golkar Sragen Pujono Elli Bayu Effendi menyampaikan, siap mengikuti arahan provinsi dan pusat terkait perintah tugas partai. Bayu menerangkan soal mundur atau tidak, tentu sesuai dengan aturan.
”Kalau untuk maju (pilkada, Red) harus mundur (DPRD,Red) ya mundur,” ujarnya.
Pihaknya menyampaikan sudah mendapat mandat dan surat menjalani tahapan untuk pilkada. Sementara ini survei internal sedang berjalan.
”Harapan saya optimistis bisa maju dan menjadi peserta pilkada 2024,” ujar dia.
Sementara itu Untung Wina Sukowati menjelaskan, terkait kehadirannya di acara kader Golkar, sekadar tamu undangan. Dia menjelaskan fokus mengikuti Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Soal langkah berikutnya dalam mendekati partai Golkar, Wina menekankan masih dalam tahap diskusi.
”Masih diskusi dulu, tapi hubungan saya dengan Golkar baik,” terangnya.
Wina juga menegaskan tidak akan mendaftar lewat PDIP, meski saat ini PDIP sudah membuka pendaftaran untuk pilkada. (din/adi)
Editor : Adi Pras