Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

1.200 Pesilat Bakal Disahkan Menjadi Bagian dari Warga PSHT, Perlu Dilakukan Pengarahan Agar Tidak Tawuran

Ahmad Khairudin • Minggu, 9 Juni 2024 | 20:46 WIB
Ribuan calon warga PSHT Sragen bakal mendapatkan pembekalan untuk mengubah mindset yang salah dan mengantisipasi tawuran.
Ribuan calon warga PSHT Sragen bakal mendapatkan pembekalan untuk mengubah mindset yang salah dan mengantisipasi tawuran.

RADARSOLO.COM  Ribuan calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sragen mendapat pembekalan jelang pengesahan.

Pengurus pusat masih mengakui bahwa ada pola pikir yang keliru dari warga baru PSHT. Sehingga Pengurus Cabang PSHT Sragen berkewajiban untuk memberi pembinaan meskipun para siswa tersebut sudah disahkan sebagai warga.

Pembekalan calon warga PSHT Sragen ini diikuti 1.200 siswa dari 19 Ranting se Kabupaten Sragen di GOR Diponegoro Minggu (9/6/2024).

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Sragen Suparno, Wakil Ketua DPRD Sragen Pujono Elli Bayu Effendi, anggota DPRD Sragen Tono dan Ketua KONI Sragen Sutrisna mewakili Bupati Sragen serta Perwakilan Pusat PSHT.

Pada kesempatan itu, Ketua Departemen Pembinaan PSHT M. Agus Susilo menyampaikan mereka yang akan disahkan bagian dari aset bangsa.

Sehingga harus diedukasi agar tidak salah pergaulan. Lantas pencak silat sebagai media untuk memperkuat karakter generasi bangsa.

”Pentingnya menjadi warga PSHT yang berkarakter yang memahami nilai untuk menjaga ketertiban masyarakat. Selanjutnya mereka harus meningkatkan SDM yang kedepan mereka mampu menentukan kebijakan lebih pada kepentingan publik daripada kepentingan kelompok atau komunitas,” terangnya.

Agus mengakui selama ini yang terjadi solidaritas pada organisasi dijalankan dengan salah kaprah.

Sehingga di tingkatan praktek, ketika ada anggota yang salah tetap akan dibela dengan dalih persaudaraan.

”Mindset itu harus dirubah, melalui pembekalan yang diagendakan rutin, daripada mereka kita lepas dan akhirnya salah jalan,” ujarnya.

Sementara, Ketua Cabang PSHT Sragen Suwanto menekankan setelah ini dewan dan pengurus cabang akan lebih sering turun ke bawah berkaitan dengan materi persiapan pengesahan.

Pihaknya menyampaikan setelah disahkan sebagai warga PSHT, mereka akan mendapat tugas.

”Mereka ketika sudah disahkan, tetap kita pantau, kawal dan bina. Anak muda kita arahkan dalam Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja, ini bagian edukasi dan pemahaman tentang peran pemuda untuk persiapan penghidupan,” ujarnya.

Salah satu contoh pada kegiatan kali ini juga menghidupkan UMKM yang dikelola warga PSHT di 9 ranting.

”Sehingga adik-adik itu paham, PSHT itu tidak dilatih silat saja. Tapi juga dilatih bertahan hidup untuk mendapatkan panguripan, atau dalam hal ini bekerja atau usaha sesuai dengan potensinya masing-masing,” ujarnya. (din)

Editor : Damianus Bram
#psht #Persaudaraan Setia Hati Terate #tawuran #psht sragen